Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Tinjau Lahan Persawahan yang Diduga Tercemar Limbah Pembangunan
CYBER88 | Mesuji -- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mesuji melakukan peninjauan langsung ke lahan sawah petani guna mecari tahu dan memastikan faktor penyebab terjadinya gagal panen. Petugas dari Distan itu memastikan Kegagalan para petani yang tak bisa menikmati hasil bercocok tanamnya itu apakah diduga dampak dari pencemaran lingkungan ataupun ada faktor penyebab lainnya.
Sebelumnya yang sempat viral disejumlah media online ataupun elektronik terkait puluhan warga masyarakat petani Desa Wira Bangun, Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji yang beramai-ramai mendatangi lokasi pembangunan proyek Mesjid Agung dan Wisata Religi Mesuji.
Para petani tersebut meninta ganti rugi kepada pihak PT. Karya Bangun Mandiri Persada (PT. KBMP) selaku pelaksana proyek yang mengakibatkan tanam tumbuh padi seluar 32 Ha yang gagal panen selama dua kali. Mereka menduga gagalnya panen diakibatkan pencemaran limbah material dari proyek pembangunan tersebut.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Halwan Istianto mengatakan, dirinya bersama tim lainnya serta warga masyarakat petani bersama-sama turun ke lokasi persawahan guna melakukan pengecekan.
Menurutnya, hasil pengecekan mereka memang benar dari taman tumbuh atau padi kondisinya baik secara kasat mata, namun setelah diteliti oleh POPT akarnya kurang baik dan terindikasi penyebabnya dari pencemaran lingkungan. Pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut terhadap pimpinan untuk langkah selanjutnya.
“Ya hari ini kami bersama POPT Kecamatan Simpang Pematang, Kasi Bidang Tanaman Pangan, Kepala BPP Simpang Pematang beserta penyuluh serta masyarakat petani Desa Wira Bangun atas perintah pimpinan kami untuk melakukan pengecekan terhadap tanam tumbuh para petani, “Ucap Halwan saat dikonfirmasi awak media Minggu (5/12/2021).
Alhasil seperti tadi yang dijelaskan Pak Sumarji selaku koordinator POPT/petugas pengendali organisme penggangu tumbuhan, memang kondisi padi nampak baik namun setelah dicabut akarnya bermasalah akibat faktor dari pencemaran lingkungan, “Ungkapnya.
“Ini tadi kawan dari Dinas Lingkungan hidup juga mungkin dalam waktu dekat ini akan turun juga untuk memastikan penyebabnya setelah lakukan uji lab air, tanah dan lain sebagainya. Harapan saya sendiri, untuk masalah kondisi padi ini masih bisa diselamatkan dengan saran yang dijelaskan oleh POPT tadi, dan kami akan segera melaporkan hasil hari ini kepada pimpinan”, jelasnya.
Diwaktu yang sama, Koordinator POPT/Petugas Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan, Sumarji menjelaskan, setelah hasil pengecekan bersama, kondisi padi terlihat sehat namun setelah dicabut akarnya kurang baik dan tidak akan bisa subur meskipun diberi makan atau pupuk.
Karena, lanjut dia, dampak dari air atau tanah yang tercemar atau mungkin adanya penyebab lain. Menurutnya, bisa juga penyebabnya dari faktor pencemaran lingkungan atau dari limbah material proyek pembangunan Wisata Religi, seperti dalam dugaan sementara oleh masyarakat.
Dijelaskannya juga, sebagian besar air bersumber dari sana dan jaraknya sangat dekat, akan tetapi tanaman padi yang sudah di tanam ini masih bisa diselamatkan dengan beberapa metode seperti perawatan maksimal dan memberikan pupuk khusus.
“Setelah kami tinjau bersama, padi nampak baik diluar, namun setelah dicabut ternyata kondisi akar kurang baik, sehingga meskipun diberi makan sebanyak apapun tidak akan meresap dan menyebabkan padi tidak akan subur dan baik, “Katanya.
“Hal ini bisa jadi pula salah satu penyebabnya seperti dugaan warga adalah dari pencemaran lingkungan atau mungkin dari limbah air material dari proyek pembangunan tersebut.
“Hal ini akan kami sampaikan dan rapatkan di Dinas Pertanian, namun kondisi padi ini juga masih bisa terselamatkan dengan cara perawatan maksimal dan memeberikan pupuk khusus seperti yang saya anjurkan atau sarankan terhadap para petani tadi”, jelasnya. (Veri)


Komentar Via Facebook :