Uji Coba Brigade Pengendali Sampah

Uji Coba Brigade Pengendali Sampah

CYBBER88 | GARUT-- Darurat sampah sudah menjadi permasalahan global,tidak hanya sungai jalan raya dan lingkungan bahkan di hutan hutan sudah terjadi penumpukan sampah.  Bumi yang terus di ekploitasi dan dicemari, jika di diamkan bencana pasti terjadi. 

Bergerak mulai dari desa dengan komitmen "DESA BEBAS SAMPAH, INDONESIA BERSIH" karang taruna KUMANDANG desa Cikandang kecamatan Cikajang kabupaten Garut merintis satu konsep dengan membentuk tim "Brigade Pengendali Sampah"
Konsep ini merupakan gabungan dari konsep pemilahan sampah dengan inovasi teknologi berupa incenerator yang efektif. 
Dengan sebuah alat yang menghasilkan panas hingga 1300 derajat celcius, rendah emisi karena pembakaran sempurna juga oprasional yang murah hanya menggunakan bahan bakar oli bekas 
     
"Alat ini sifatnya fortable sehingga tidak memerlukan ongkos angkut sampah, melainkan pembakaran yang dibawa ke tempat penampungan sampah, dengan konsep ini semoga dapat menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan desa kami dan dapat ditularkan pada desa desa lainnya sehingga Indobesia benar benar bersih dari sampah" ungkap Ervin Arfian (ketua karang taruna) 

"Kemampuan membakar sampah sampai dengan 200 Kg/jam,menyisakan residu berupa abu pembakaran seberat 2 Kg dari 1000 Kg sampah yang dibakar, bahkan residu itu sendiri bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan batako dengan kualitas premium" demikian ungkap Diki Zainal Arifin sang inovator pada awak media saat acara Launching Brigade Pengendali Sampah hari kamis, 13 Januari 2022 di Sarana budaya dan olahraga desa Cikandang. 

"Kami sangat apresiasi kepada karang taruna desa Cikandang yang telah kreatif berinovasi menciptakan alat pembakar sampah ini, kami siap bersinergi untuk ikut mempromosikan alat ini pada kunjungan kami ke desa desa lain nya, semoga dengan terobosan ini tak hanya menjadikan lingkungan desa yang bersih tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja sehingga ke depan bisa meningkatkan pula perekonomian masyarakat" demikian ungkapan Inge Suprayogi pegiat sosial dan lingkungan Jawa Barat/Jabar bergerak yang berkesempatan hadir bersama suami di acara tersebut. (Bah Ajat).

 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :