Meski Baru Dipesan, Odong – Odong Sudah Mendaji Asset BUMDes Bantarsari

BUMDes Bantarsari Miliki Asset Odong - Odong, Namun Baru Dipesan

BUMDes Bantarsari Miliki Asset Odong - Odong, Namun Baru Dipesan

CYBER88 | Ciamis -- Keberadaan BUMDes Bantarsari kian menjadi perbincangan yang cukup hangat. Pasalnya, setelah mendapatkan kritikan dari beberapa pihak, muncul pemberitaan di salah satu media Online yang mengangkat keberhasilan BUMDes tersebut.

Sebelumnya diberitakan, beberapa pihak mengkritisi pengurus BUMDes yang dinilai kurang transparan dalam pengelolaan keuangan. Salah satunya yakni penggunaan keuangan BUMDes yang dipergunakan untuk pembuatan Sumur Bor tanpa menempun musyawarah terlebih dahulu. 

Usai mendapat kritikan, pihak BUMDes pun segera melakukan musyawarah dan Ketua BUMDes mengaku tidak melakukan musyawarah sebelum pelaksanaan pembuatan Sumur Bor.

Tak hanya itu, masyarakat pun mulai berkomentar terkait jabatan Ketua BUMDes Bantarsari yang dipegang oleh seorang ASN yang juga merangkap sebagai Ketua lembaga Kemasyarakatan. 

Soal sejumlah asset yang dimiliki oleh BUMDes Bantarsari sebagaimana diberitakan di salah satu media Online, salah satunya kembali menjadi sorotan yakni odong - odong. Beberapa pihak heran lantaran tak pernah melihat adanya odong-odong yang dijadikan sarana transportasi wisata lokal. 

Saat di konfirmasi oleh Cyber88.co.id Sabtu (5/3) melalui pesan WhatsApp, alih - alih Ketua BUMDes, Ujang supriatna mengatakan bahwa Odong - Odong tersebut sudah dipesan dan baru dikasih DP 5 %. 

“Kalo masalah uang untuk anggaran Odong - Odong masih ada, “Singkatnya. 

Ditempat terpisah, Nani sebagai sekertaris Bumdes saat dimintai keterangan menjelaskan, bahwa setau dirinya, anggaran untuk Odong - Odong sekitar Rp.60 juta dan sedang dipesan oleh ketua BUMDes.

Menyikapi hal tersebut, Egi Sudrajat, Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kabupaten Ciamis mengatakan apa yang diterangkan oleh Ketua BUMDes Bantarsari di salah satu media Online terkait adanya asset BUMDes yaitu Wisata Odong - Odong bisa disebut kebohongan Publik.

Kata dia, yang namanya aset dan telah disebutkan atau diakui sebagai asset BUMDes, artinya aset tersebut harus sudah ada. 

“Bukan baru mau dipesan, apalagi anggarannya mencapai puluhan juta rupiah, “Cetus Egi. (Samsu)

Komentar Via Facebook :