Prasarana Tak Terawat, Dikemanakan Dana BOS SMPN 4 Padalarang?

Prasarana Tak Terawat, Dikemanakan Dana BOS SMPN 4 Padalarang?

CYBER88 | KBB -- Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang amat penting di sekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran di sekolah. Sehingga hal tersebut dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi guru dan peserta didik. 

Untuk itu, dibutuhkan suatu proses sebagaimana terdapat dalam manajemen yang ada pada umumnya, yaitu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemeliharaan dan pengawasan dan tentunya diperlukan kepala sekolah yang penuh inovasi untuk menjadi penggerak bagi semua komponen sekolah.

Hasil penelusuran media Cyber88.co.id dilapangan setelah beberapa kali investigasi di SMPN 4 Padalarang Kabupaten Bandung Barat ternyata masih sangat tidak terurus. 

Nampak gedung sekolah dengan plapon yang sudah bolong juga dipenuhi semak belukar yang seolah-olah sudah beberapa tahun tidak dibersihkan.

Tak hanya itu, tembok yang sudah usang dari mulai gerbang sekolah dan mayoritas gedung sekolah terlihat tidak pernah di cat ulang. Bahkan halaman depan juga terlihat gersang tanpa ada pepohonan ataupun bunga untuk memperindah pemandangan.

Diketahui, dengan jumlah siswa sekitar 670 hal ini tentunya sangat memprihatinkan karena Salah satu komponen pembiayaan dari dana BOS adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang meliputi pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan/atau jendela, lantai dan/atau fasilitas sekolah lainnya yang tidak lebih dari renovasi ringan.

Melihat hal tersebut, beberapa pihak menilai diduga kuat adanya penyelewengan penggunaan dana BOS disekolah ini 

Saat dikonfirmasi oleh awak media pihak sekolah menyampaikan bahwa pihaknya disini kekurangan tenaga untuk pemeliharaan prasarana. 

Apalagi dengan keadaan pandemi ini mungkin alokasi dana dihabiskan untuk biaya daring,dan secepatnya akan disampaikan kepada ibu kepala sekolah, “Kata penjaga sekolah dan salah satu guru yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah beberapa kali kunjungan media cyber88 mencoba kembali pada senin (08/03/22) mencoba untuk bertemu dengan kepala sekolah untuk konfirmasi masalah ini namun lagi-lagi beliau tidak ada di sekolah.

Hal ini tentunya harus menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dan tim akreditasi apalagi dengan status akreditasi A tentunya agar dievaluasi demi transparasi penggunaan alokasi dana BOS dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat. (Yus)

Komentar Via Facebook :