Rembug Membangun Desa, Ratusan Kades Rapatkan Barisan ke Marsudi Syuhud
CYBER88 | Depok -- Ratusan Kepala Desa (Kades) perwakilan dari provinsi Banten dan Jawa Barat, Kamis (23/6) merapatkan barisan ke kediaman KH. Marsudi Syuhud selaku Dewan Penasehat Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Sawangan, Depok.
Kehadiran perangkat desa dari perwakilan Banten, Bogor, Bekasi, Tangerang dan pengurus Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) itu selain bertujuan silaturahmi, juga urun rembug untuk membahas disekitar persoalan desa.
Mereka meyakini, Kyai Marsudi mampu menjawab berbagai tantangan maupun persoalan desa, dan tentunya akan memberikan solusi terbaik demi terciptanya kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam kesempatan itu, Marsudi mengajak para peserta agar pandai mengambil hikmah atas setiap peristiwa yang kita alami, agar memiliki power yang kuat.
"Saya mendengar kabar ada dua kepengurusan Apdesi, Saya juga tidak tahu mana yang nomor satu dan mana yang nomor dua. Tapi yang jelas menurut saya, yang lahir duluan itulah yang pertama.
Nah, jika tidak ada persoalan maupun hal lain tidak mungkin sampai black stone house Depok. Itu lah hikmahnya, artinya tanpa ada persoalan, tidak mungkin saya ketemu dengan bapak-bapak kepala desa.
Dan hanyalah orang yang mau mengambil hikmahnya, maka orang itu akan memiliki power yang sangat kuat. Mau dirobohkan, digulingkan, maupun akan dihancurkan, kalau kita pandai mengambil hikmah itu akan semakin kuat. Saya yakin Apdesi yang ke sini akan semakin kuat, saya bisa merasakan itu," ucap Marsudi dalam rilis yang diterima Cyber88.co.id Sabtu (25/6/2022)
Marsudi juga menyampaikan tentang keseriusanya dalam menggali dan mempromosikan potensi desa, yang sekaligus menjalankan program membangun desa melalui Apdesi.
Marsudi mencontohkan saat dirinya berangkat ke New York, ia berbincang tentang jualan makanan desa, bubur kacang hijau, wedang jahe, mie rebus tapi mereka jualanya di New York.
Marsudi menguraikan, pada saat dirinya berada di Mesir dalam acara anual meeting di IsDB world banknya syariah. Yang mana dua-duanya pemiliknya adalah negara-negara sedunia, sedangkan IsDB anggotanya negara-negara Islam OKI yang di dalamnya termasuk Indonesia.
Dikatakan, dalam kesempatan itu mereka bertanya bagaimana caranya Indonesia mengurangi angka kemiskinan. Melalui jawab dengan cara membangun desa. Karena desa kuat, mandiri, produk desa bisa disalurkan, kemudian entrepreuner tumbuh maka negara akan kuat.
Salah satu syarat agar menadi negara kuat kalau entreprenure tinggi, sebagai perbandingan Amerika memiliki entrepreuner 11persen, Singapura 7 persen, Malaysia dan Thailand 6 persen sementara Indonesia masih 3,5 persen" jelas Marsudi Syuhud.
Marsudi ingin Indonesia semakin kuat, diharapkan setiap desa tercipta satu pengusaha, semua produk dari desa bisa salurkan ke kota atau mancanegara. Maka ketika saat itu ada yang datang kesini meminta dirinya untuk cawe-cawe soal APDESI ia langsung setuju.
"Karena melalui APDESI kita bisa mengabdi kepada orang banyak, yaitu dengan menumbuhkan pengusaha di setiap desa agar negara kuat bila entrepreunernya kuat, artinya peluang untuk menciptakan pengusaha sangat terbuka lebar," ucap KH Marsudi yang saat ini juga menjadi anggota Global Peace Foindation Internasional.
Sementara itu Kuswanto, Sekjen Forum Komunikasi Kuwu Cirebon menyampakan pendapatnya terkait adanya acara urun rembug kepala desa di Kediaman KH Marsudi Syuhud.
Apdesi kabupaten Cirebon yang tergabung di dalam kepengurusan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon kami sebagai atas nama Ketua dan pengurus pengurus FKKC mengapresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya acara ini sehingga kami bisa silaturahim bertemu dengan Kyai dari NU dan Wakil Ketua Umum MUI,”Katanya.
Banyak wejangan dan nasehat yang bisa kami dapatkan, termasuk kami mohon doa dan barokahnya, untuk semoga perjuangkan para kuwu Cirebon dalak membangun desa untuk kemajuan Indonesia aga peningkatan ekonomi masyarakat desa bisa tercapai," ucap Kuswanto Sekjend Forum Komunikasi Kuwu Cirebon mewakili pengurus FKKC. (*)


Komentar Via Facebook :