Terkait Pemasangan Billboard, Pihak Sekolah Mengaku Tak Ada Pemberitahuan, KCD Saling Lempar Saat Dikonfirmasi

Terkait Pemasangan Billboard, Pihak Sekolah Mengaku Tak Ada Pemberitahuan, KCD Saling Lempar Saat Dikonfirmasi

CYBER88 | Ciamis -- Sejumlah papan reklame atau billboard dengan model atas menyerupai gedung sate terpasang di depan sejumlah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di wilayah Ciamis.

Diketahui, billboard yang terpasang diantaranya di depan SMAN 2 Banjarsari dan SMAN 1 Pamarican itu merupakan milik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Terkait adanya pemasangan billboar di beberapa SMAN itu, disinyalir tak pernah ada pemberitahuan kepihak sekolah terlebih dahulu. 

Hal inipun menjadi pertanyaan bagi pihak sekolah yang merasa heran lantaran tiba-tiba billboard itu sudah berdiri.

Erwan, salah satu staf TU SMAN 2 Banjarsari mengatakan, bahwa adanya pemasangan billboard di depan SMAN 2 Banjarsari tak pernah ada pemberitahuan terlebih dahulu. Baik dari pihak KCD Wilayah XIII ataupun Disdik Provinsi.

"Pemasangannya sekitar kurang lebih dua minggu kebelakang, tepatnya pada hari sabtu malam minggu. Namun lupa sekitar jam berapa. Saya mendapatkan kabar dari security bahwa ada yang sedang memasang Bilboar," Ungkap Erwan saat dikonfirmasi Cyber88.co.id di ruang kerjanya, Senin (27/6/2022).

"Saat itu saya konfirmasi ke Kepala Sekolah, namun beliaupun tak mengetahui apa - apa," Imbuhnya.

Erwan menyebut, menurut orang yang memasang billboard, bahwa ini dari Provinsi. 

"Saat ditanya apakah bawa surat tugas, ia menjawab tidak," Ujar Erwan.

Meski Reklame yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah tidak termasuk dalam objek pajak, namun karena tak ada sosialisasi, Erwan merasa bingung, kedepannya siapa yang membayar pajak.

"Justru pihak sekolah SMAN 2 Banjarsari pun masih merasa bingung apabila ada dari pihak perpajakan menanyakan. Siapa yang bertanggung jawab membayar pajak tersebut," Katanya.

"Mungkin rekan media dapat minta penjelasan dari KCD XIII dengan nada bingung," Tambah dia.

Sementara, pihak SMAN 1 Pamarican saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui pesan WhatsApp mengatakan hal serupa. 

Kata Sodikin, salah satu guru di SMAN 1 Pamarican tiba - tiba ada yang memasang billboard di depan sekolah dan tidak diketahui dari mana sumbernya. 

Totong, Kasubag TU KCD Wilayah XIII saat dikonrirmasi hanya bilang, untuk menghubungi Oma sebagai Kasi pelayanan.

Sementara itu, Oma, Kasi pelayanan saat dikonfirmasi baik melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp tak merespon. Begitupun saat ditemui diruang kerjanya seolah enggan memberikan keterangan. 

Adanya pemasangan billboard di Beberapa SMAN dan ternyata tak berkoordinasi dengan penanggung jawab di Sekolah mendapat tanggapan dari salah satu tokoh masyarakat yang juga sebagai pemerhati pendidikan.

Ia berpendapat, seharusnya  sebelum pemasangan ada sosialisasi dulu. Sambung dia, adab ketimuran harus dipakai.

"Juga harus dijelaskan, untuk apa papan reklame itu supaya masyarakat tau terutama pihak sekolah. Karena apapun programnya, tetap menggunakan uang Rakyat," Kata pria berumur 52 tahun yang tak mau disebut namanya itu.

"Pihak KCD Wilayah XIII tidak boleh menutup mata atau pura - pura tidak tau," Tukasnya (Samsu).

Komentar Via Facebook :