Tommy F. Manungkalit sebut Proyek RHL selalu ditenderkan setiap tahunnya, Jangan jadikan Taman Nasional Teso Nilo Dijadikan proyek tahunan namun selalu menghasilkan asap
Tommy: Anggaran Pengamanan dan Pengawasan Besar, Taman Nasional Teso Nilo di Riau Selalu Terbakar
CYBER88 I Pelalawan -"Program Riau Hijau Lestari (RHL, red), program yang selalu di tenderkan setiap tahun yang giat kerjanya ada di sekitaran TNTN, namun Karhutlah bukannya berkurang malah menjadi jadi.

Seharusnya perusahaan yang memenangkan tender RHL yakni PT Riau Bumi Lestari dan PT Green Mandiri Persada harus di audit kembali oleh Badan Pemeriksa Keuangan Negara RI, bila perlu Tim Kejaksaan turut andil saat pengauditan.
Sia sia anggaran RHL untuk penghijaun yang selalu gagal, apakah ada pembiaran sejak ada penanaman bibit namun tidak dirawat dan dijaga oleh tim pengamanan yang diawasi langsung oleh Konsultan Pengawas dan Penilai, dan dimonitoring serta dibintek oleh BPDAS dan TNTN, dan giat ini juga telah di audit BPK RI, ada anggaran jasa pengamanan lahan hingga dengan alasan selalu gagal karena kembali terbakar atau indikasi sengaja dibakar?
BACA JUGA Kebakaran di TNTN Merembes ke Lahan RHL, APH Kemana
Taman Teso Nilo selalu alami kebakaran hutan dan lahan, anggaran RHL ada namun seolah tidak ada. Intinya, jangan jadikan Taman Nasional Teso Nilo dijadikan proyek tahunan namun penghasil asap untuk dihirup masyarakat Riau.
Indonesia lengkap penegak hukum, namun untuk mencegah Karhutla nihil tindakan," tandas Tommy terhadap kinerja Balai TNTN Pelalawan yang dinilai tidak bisa mencegah Karhutlah.

Terkait maraknya kebakaran lahan di kawasan lokasi Balai Taman Tesso Nilo di Desa Lubuk Kembang Bunga Ukui Pelalawan Riau, Sabtu, (02/07/22), terkesan pembiaran, dimana dalam tempo sebulan, peristiwa karhutla kembali terjadi.
"Bukan hanya kebakaran saja, tapi dugaan pembiaran juga seperti perambahan TNTN untuk di tanami sawit, semakin merajalela," ucap pemerhati sosial Supryanto, kepada CYBER88.
Disebutkan terbukti, dari hasil publikasi media, saat ini bisa dilihat semakin bertambahnya kebun sawit dalam kawasan TNTN Pelalawan, Riau.
"Ini bukti pihak terkait belum serius dalam pengawasan dan penindakan.
Sebenarnya tidak sulit lah, kalau semua pihak yang berwenang menjalankan aturan yang berlaku," ujar Supryanto yang akrab dipanggil Iwat, mantan Ketua PDI P Kabupaten Pelalawan.
Sementara itu, Syafrizal Tarigan warga Ukui, kepada kru media ini,mengatakan bahwa dalam kawasan TNTN sudah banyak sawit, kalau boleh TNTN di Ukui dibubarkan saja", ujar Tarigan.
Masalah anggaran dana yang dikucurkan sudah cukup banyak untuk menjaga hutan kawasan TNTN, tapi anehnya, kebun sawit di lahan kawasan Tesso Nilo itu sendiri perlu di pertanyakan," ucap Tarigan, yang mengaku ada memiliki lahan di lokasi tersebut, sebelum Kawasan Tesso Nilo terbentuk, dianya sudah memiliki lahan duluan, dilengkapi surat dari pemangku adat dan desa.
Kembali kru media ini bertanya kepada Heru sebagai Kepala Balai TNTN Pelalawan tentang cara mencegah terjadinya kebakaran di Teso Nilo via pesan WhatsApp malam ini, tidak ada komentar. (Tim)


Komentar Via Facebook :