Tommy sebut sudah ada anggaran negara yang sangat besar untuk Karlahut, namun tidak ada tindakan antisipasi kebakaran hutan Teso Nilo yang setiap tahun memproduksi ASAP
Tommy F. Manungkalit: Karhutla Marak di TN Tesso Nilo, Bubarkan Kementrian LHK, Bubarkan Gakkum Kehutanan Provinsi Riau dan Balai TNTN
CYBER88 I Pelalawan - "Bubarkan Kementrian Lingkungan Hidup, Bubarkan Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dan juga Balai TNTN Pelalawan (Taman Nasional Teso Nilo, red).
Percuma ada anggaran negara yang sangat besar jika tidak ada tindakan terkait antisipasi kebakaran hutan Teso Nilo yang setiap tahun asapnya menghiasi Pelalawan dan Kota Pekanbaru.
BACA JUGA Kebakaran di TNTN Merembes ke Lahan RHL, APH kemana
Saya juga mengindikasikan ada unsur kesengajaan supaya dana Karhutla cair. Jangan membodohi masyarakat terus yang setiap tahun menghirup ASAP," cecar Tommy Freddy Manungkalit pegiat Lingkungan Hidup yang santer kritik kerja pemerintah dalam hal kerusakan lingkungan. Sabtu, (02/07/22).
Bukan tanpa alasan bung Tommy keluarkan pernyataan menohok tersebut. Taman Nasional Teso Nilo yang sejatinya sebagai hutan lindung kembali terbakar atau disinyalir dibakar oknum tertentu.
Kebakaran lahan (Karhutla) di lokasi kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) Kabupaten Pelalawan Riau, kini kembali marak terbakar, namun pihak berkompeten belum ada yang turun lokasi guna memadamkan api yang juga menghanguskan tanaman reboisasi RHL di kawasan hutan itu.
Menurut warga sekitar TNTN, bahwa terjadinya kebakaran sejak Jumat lalu hingga kini Sabtu (02/07/22) disebut api belum padam. Anehnya pihak petugas terkait nampaknya belum turun ke lokasi.
BACA JUGA Sebanyak 50 Hektar Lahan TNTN di Ukui Terbakar
"Kita heran pihak balai belum juga ada tanda-tanda turun ke lokasi untuk memadamkan api. Peristiwa karhutla ini sudah saya informasikan ke petugas TNTN," ujar Warga desa Lubuk Kembang Bunga Ukui Hamencol, kepada kru media ini.
Disebutkan dia, bahwa lokasi kebakaran lahan sekitar 50 hektar dikawasan yang diduga hutan Tesso Nilo, juga lokasinya tak jauh dari bekas karhutla pada bulan Juni kemaren, dimana ratusan hektar yang diduga dibakar OTK untuk lahan kebun sawit tak di police line.
Tokoh masyarakat itu juga sangat menyayangkan, dalam penuturannya kepada CYBER88.
Sebelumnya Senin (13/06/2022) diadakan rapat membahas tentang permasalahan di Kantor Balai Taman Nasional Tesso Nilo, pada hari Sabtu (18/06/2022) Hamencol dengan warga lainnya, turun kelapangan yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Gajah Desa Lubuk Kembang Bunga, di sana masih ada perambah yang hutannya masih lebat.
"Dan hari itu juga telah kami laporkan Kepada Bapak Kepala Balai Taman Nasionl Tesso Nilo dan Asari, Taufik. Namun sampai hari Senin, 27 Juni 2022 lalu, belum ada tanda tanda mau turun ke lapangan," ungkap Tokoh masyarakat itu dengan nada kecewa.
Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro dan Gakkum provinsi Riau Agus Suryoko belum bersedia memberi penjelasan terkait Karhutlah ketika dikonfirmasi via WhatsApp pagi tadi belum memberikan jawaban hingga berita ini dinaikkan.
Sementara Bupati Pelalawan Zukri Misran saat di konfirmasi via pesan WhatsApp menjawab,"Kita minta pihak HPH Gakkum - LHK usut tuntas penyebab kebakaran hutan dan lahan," ujar Bupati Pelalawan H.Zukri Misran tegas, saat diminta tanggapannya.


Komentar Via Facebook :