Hamencol sebut ketika tim turun ditemukan satu unit alat berat di sekitar lokasi kebakaran tak jauh dari Sungai Sawan, namun alat berat yang lagi kerja buat jalan kebun tidak ditahan

ES Disinyalir Sebagai Pemilik Alat Berat Yang Ditemukan Didalam Hutan TNTN, Ninik Mamak: APH Pandang Buluh?

ES Disinyalir Sebagai Pemilik Alat Berat Yang Ditemukan Didalam Hutan TNTN, Ninik Mamak: APH Pandang Buluh?

CYBER88 I Pelalawan - Atasi Karhutla pernah menjadi perhatian besar Kapolda Riau yang saat itu dibawah kepemimpinan Agung Setya dan seharusnya Kapolda Riau saat ini M. Iqbal mengikuti jejak Agung dalam atasi Karhutla.

Namun kebakaran lahan TNTN Pelalawan kembali terjadi dan nahasnya ditemukannya alat berat dalam hutan TNTN Pelalawan kembali menjadi pertanyaan Masyarakat mengapa dan bagaimana bisa masuk, dan apakah ada oknum yang bermain dalam kejadian kebakaran di hutan Konservasi itu.

Dan bukan pertama kali kejadian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) dikawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Ukui Pelalawan Riau yang mengakibatkan hampir ratusan hektar yang terbakar.

BACA JUGA Sebanyak 50 Hektar Lahan TNTN di Ukui Terbakar

Namun hingga saat ini pihak Balai Konservasi TNTN, masih belum berhasil mengungkap siapa oknum dalang pembakaran kawasan hutan TNTN.

"Kita mengharapkan pihak Balai untuk segera mengungkap misteri siapa pelaku Karhutlah. Sehingga perambah jerah. Tak mungkin pihak Balai sebagai pengawas TNTN, tidak mengetahui siapa saja  oknum-oknum pengusaha pemilik lahan kebun sawit areal kebakaran itu," ungkap Hamencol,salah seorang tokoh masyarakat desa Lubuk Kembang Bunga, Ukui kepada Cyber88, Minggu (05/06/22).

BACA JUGA  DPA Diajukan Setelah Bangunan Berdiri Kadisdik Pelalawan Harus Diaudit Inspektorat dan APH

Menurut penuturan Hamencol, yang juga sebagai tokoh adat Ninik Mamak itu, menjelaskan saat terjadi kebakaran 4 hari kemaren, pihaknya bersama warga, langsung melaporkan peristiwa kebakaran itu ke Kepala Balai TNTN. 

Anehnya, ketika tim turun, ada ditemukan satu unit alat berat di sekitar lokasi kebakaran tepatnya tak jauh dari Sungai Sawan, namun alat berat yang lagi kerja buat jalan kebun tidak ditahan. Malah keluar entah kemana rimbanya.

"Seharusnya pihak terkait mengamankan alat berat yang beraktivitas di lahan TNTN, sehingga  proses hukum tidak pandang buluh," ucap Mencol, seraya mengisahkan, kalau masyarakat kecil ketangkap berada di kawasan TNTN, langsung cepat diproses, seperti anak Bathin Putih yang kini dalam tahanan.

Disebut-sebut, pelaku yang diduga sengaja melakukan pembakaran di areal perkebunan kawasan TNTN, menurut tokoh Masyarakat itu, melibatkan oknum pembeli lahan marga S, dan pemilik alat berat oknum ES warga Pekanbaru.

Sementara Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro S.Hut, M.M ketika dikonfirmasi Cyber88, (05/06/22), menjelaskan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan bahwa siapa pelaku pembakaran lahan TNTN. 

"Masih dalam penyelidikan, untuk menjawab, Itu wewenang Gakkum. Dan terkait laporan masyarakat adanya alat berat yang beraktivitas. Hal itu harus benar-benar dipastikan apakah berada dalam titik koordinat Kawasan TNTN," ucap Heru melalui WhatsApp nya.

Saat kru media bertanya kepada Kapolres Pelalawan Guntur Muhammad Toriq terkait dugaan adanya oknum yang sengaja membakar lahan TNTN untuk perkebunan via WhatsApp, Guntur tidak menjawab sekalipun sudah terlihat dibaca.

Saat bupati Pelalawan di konfirmasi terkait banyaknya titik api dan pembakaran lahan di wilayah Pemkab Pelalawan seakan tidak perduli dan kurang tertarik untuk memberikan komentar dan tanggapan terkait solusi serta saran antisipasi kebakaran yang akan menimbulkan polusi asap di wilayah pelalawan. Zukri melemparkan tanggung jawab ke Kementrian dan kewenangan mutlak kepada Balai TNTN.

"Kewenangan ada di TNTN, langsung kementerian," jelas Zukri via pesan singkat WhatsApp. (Tim)

Komentar Via Facebook :