Heboh!!! Oknum Anggota BPD Pasir Jaya Bogor Diduga Sunat BLT DD, Begini Modusnya
CYBER88 | Bogor -- Pandemi telah memicu krisis daya tahan masyarakat khususnya di bidang ekonomi dan pekerjaan. Dalam kenyataannya, banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan kini tidak lagi takut pada virus corona, tapi lebih takut terhadap kelaparan.
Itu sebabnya tanggung jawab kemanusiaan negara menyelamatkan masyarakat dari terpaan krisis akibat pandemi menjadi sebuah keniscayaan. Intervensi negara mengucurkan bansos sebagai kebijakan sekuritas-kemanusiaan merupakan kesempatan untuk menjaga harapan hidup masyarakat dari krisis multisektor.
Salah satunya, pemerintah melakukan kebijkan untuk merefocusing anggaran dana desa di seluruh Indonesia untuk menanggulangi terjadinya kemiskinan ekstrim dan kelaparan.
Sayangnya, penyaluran bansos kerap dinodai oleh tangan-tangan kotor yang tidak bertanggung jawab. Berbagai modus pun dilakukan oleh para oknum untuk mendapatkan pundi pundi keuangan.
Di Kabupaten Bogor tepatnya di wilayah Desa Pasir Jaya Kecamatan Cigombong, heboh adanya dugaan permintaan sejumlah uang pada Keluarga Penerima manfaat (KPM) usai menerima BLT DD dengan dalih untuk kegiatan peringatan HUT RI ke 77.
Ironisnya lagi, hal tersebut dilakukan oleh oknum anggota BPD yang semestinya harus berperan mengawasi penyaluran dana desa yang telah di sepakatinya dalam APBDesa supaya tidak terjadi penyimpangan.
Salah satu KPM BLT DD yang tak mau disebut namanya, saat ditemui awak media membenarkan bahwa usai menerima bantuan tersebut, dirinya diminta untuk menyerahkan uang sejumlah Rp.200 ribu pada oknum anggota BPD berinisial E dengan dalih untuk sumbangan kegiatan HUT RI.
Warga yang sudah janda tua ini pun mengaku, sangat keberatan lantaran uang tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, karena tak mau berdebat, dirinya hanya bisa pasrah dan akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp.150 ribu pada oknum anggota BPD itu.
“Uang itu sangat berharga sekali buat saya karna disini saya hidup sendiri suami saya sudah meninggal, jadi saya untuk makan pun saya nyari sendiri,” ungkapnya dengan mata berkaca kaca.
Ia menjelaskan, memang waktu di vila, menerima BLT DD sebesar Rp.600 ribu di secara utuh. Namun setelah sampai di rumah, didatangi oleh oknum anggota BPD tersebut dan menyerahkan uang di rumahnya.
Dikonfirmasi awak media, melalui telepon selulernya oknum anggota BPD tersebut menampik adanya pemotongan. Dengan lantang dia menegaskan tidak ada potongan dalam bentuk apapun pada.
Kata dia, saat di vila uang BLT DD secara utuh dibagikan langsung kepada warga penerima. Bahkan, sambungnya, ada bukti foto dan kwitansinya.
Namun, saat disinggung usai penyaluran BLT DD, kemudian dia mendatangi rumah – rumah warga penerima bantuan guna meminta sumbangan, oknum anggota BPD itu seolah bungkam dan mengatakan sedang menyelesaikan urusan.
Menyikapi hal ini, Hilman Efendi, salah satu pengamat sosial pedesaan mengaku prihatin dan kalau memang hal ini benar terjadi dan dilakukan oleh seorang oknum anggota BPD kata dia, ini sangat memalukan sekali.
Pasalnya, sebagai anggota BPD yang mempunyai tupokdi menyerap, menghimpun dan meyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah desa, malah melakukan hal-hal yang tak elok.
Menurut dia, seharusnya masyarakat tidak mampu yang mendapat bantuan ini secara utuh dan bukannya diminta kembali sehingga akan mengakibatkan penerima manfaat kebutuhan hidupnya jadi terganggu.
Akademisi ini minta agar masyarakat berani melaporkan pemotongan -pemotongan maupun modus lainnya.
“Harus diusut dengan tuntas pelaku dugaan penyimpangan ini, Apalagi kalau memang benar dilakukan oleh oknum anggota BPD supaya tidakmencemari pemerintah Desa,” Tandasnya melalui WhatsApp, Rabu (9/8/2022). (Alip Waedi).


Komentar Via Facebook :