Warga Kesal, Proyek Semenisasi di Desa Sering Pelalawan Retak dan Patah
CYBER88 I Pelalawan - Kondisi Proyek pekerjaan semenisasi jalan beton di Desa Sering Kelurahan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau mengalami retak-retak dan patah, sepanjang ruas jalan yang tengah dikerjakan rekanan kontraktor pelaksana dari CV Panca Karya Abadi Kons, dan Pengawas CV. Gita Lestari Consultan.
Pantauan CYBER88 di lapangan bahwa proyek paket 13 seminisasi jalan lingkungan desa sepanjang sekitar 1 kilo meter, dan lebarnya 4 Meter, yang bersumber dari anggaran APBD Tahun Anggaran 2022, menelan dana mencapai anggaran biaya nilainya Rp 1.735.634.245,23. Selasa, (23/08/22).
Masyarakat desa setempat menilai Pekerjaan semenisasi jalan beton terkesan lamban dan tidak maksimal. Dan dikuatirkan kekuatan jalan itu, tidak akan bertahan lama, sebab kwalitas jalan yang dikerjakan, bukan jalan skop Lingkungan desa tetapi jalan yang kwalitasnya Jalan Pemda, yang akan dilalui mobil truk angkut sawit.
"Mengingat kondisi pekerjaan jalan, yang sudah ada retak dan patah, serta ditempel-tempel dengan semen kemungkinan sistem pengerjaannya bukan orang yang profesional, dan Pengawasannya tidak optimal," ujar salah seorang warga setempat dengan nada kesal.
Selain itu, Bery yang juga warga tempatan mengaku menyesalkan pekerjaan proyek semenisasi jalan beton itu, terkesan dikerjakan asal jadi.
"Masyarakat banyak yang kecewa berat, jujur saja kita selaku masyarakat sangat khawatir dengan kualitas semenisasi jalan tersebut. Bagaimana pun uang untuk anggaran pembangunan itu adalah uang rakyat," kata Bery, mantan Kades itu.
Dilain pihak, Pimpinan rekanan CV Panca Karya Abadi, Asby ketika dihubungi, via WhatsApp, menjelaskan bahwa pihaknya berjanji akan memperbaiki yang retak itu kembali, sebab kita masih dalam tahap pelaksanaan berjalan.
Lambannya pekerjaan proyek seminisasi ini, akibat ada kendala larangan warga desa Lalang Kabung tidak setuju jalan pemukimannya, dilalui mobil molen angkut redimix menuju Desa Sering, alasannya jalan mereka rusak.
"Bukan cuma dilarang lewat jalan wilayah siak aja, tetapi jalan di desa lalang kabung juga mobil molen kita ngak boleh lewat," ujar Asby seraya minta solusi PUR agar semen redimix bisa masuk dan melanjutkan proyek.
Sementara Kabid PB Bangkim, PUR Saiful ketika dikonfirmasi CYBER88 Selasa (23/08/22) belum bersedia menjawab.


Komentar Via Facebook :