Difitnah Jual Diri, Penyebab Ibu Tiri Lakukan Kekerasan Terhadap YL

Difitnah Jual Diri, Penyebab Ibu Tiri Lakukan Kekerasan Terhadap YL

CYBER88 | Siak - Belum lama ini sebuah video memperlihatkan seorang remaja perempuan menjadi korban kekerasan viral di aplikasi pesan instan WhatsApp. Setelah dilakukan penelusuran, pada video berdurasi 1 menit 31 detik itu berada di Kelurahan Perawang, Tualang, Siak, Riau. Pada video terlihat seorang wanita separuh baya melakukan pemukulan terhadap seorang wanita muda, dan disaksikan oleh dua orang yakni seorang wanita dan perekam video itu.

"Ya itu benar, itu saya didalam video. Saya dipukul ibu tiri saya, dan yang ada wanita satu lagi itu adalah saudari kandung saya. Yang merekam adalah adik saya laki-laki," kata Yanti Lumban Gaol, Minggu (5/9/2022).

Informasi yang dihimpun redaksi Cyber 88, peristiwa itu dialami Yanti Lumban Gaol (23) atau YL, yang diduga dianiaya ibu tirinya berinisial RS (38), di Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, pada Agustus 2022 lalu.

Korban mengaku dianiaya hingga mengalami luka lebam. Atas kejadian itu, korban melaporkan ibu tirinya ke pihak kepolisian.

YL mengakui mengalami luka lebam akibat dianiaya ibu tirinya pada Jumat (12/8/2022).

"Luka lebam di tempurung lutut, leher. Hasil visumnya ada," kata YL. 

YL mengaku mendapat perlakuan tak wajar dari ibu tirinya, seperti dijambak, diinjak, dicekik, dibenturkan ke dinding, hingga ditindih.

Aksi kekerasan itu terjadi karena korban difitnah melakukan perbuatan tak senonoh dengan pacarnya.

"Ibu tiri saya bilang ke bapak kandung saya kalau saya ini jual diri kepada pacar saya, karena saya dikasih motor sama gelang dan cincin emas," kata YL.

Korban pun emosi karena mendapat fitnah seperti itu. YL lalu melampiaskan emosinya dengna melempar teko berisi air ke dinding hingga pecah.

Tumpahan air dari teko itu mengenai pakaian adik kandungnya basah.

"Di situ adik saya sama anaknya ibu tirinya saya. Tapi anaknya enggak sampai kena air. Tapi dia marah-marah, dimaki dan dihinanya saya, sampai melakukan kekerasan kepada saya," kisah YL.

YL mengaku kerap mendapat kekerasan dari ibu tirinya itu. Namun, selama ini korban berusaha untuk diam dan sabar.

Bahkan, dia juga mengaku mendapat kekerasan dari bapak kandungnya, berinisial KL.

"Saya ada enam bersaudara. Sejak kecil saya sudah mulai dipukul sama bapak. Setelah itulah ibu tiri saya ikut main pukul. Sejak saya SMA ibu tiri mukuli saya," ujar YL.

Korban merasa trauma dengan perlakuan ibu tirinya. Kini, korban tinggal di rumah kakaknya.

"Saya trauma, makanya saya sekarang kabur ke rumah kakak. Jadi, saya harap ibu tiri saya diproses hukum. Saya tidak terima diperlakukan seperti ini," tutur YL.

Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja membenarkan telah menerima laporan korban. Polisi pun telah menindaklanjutinya.

"Kalau korban atas nama YL, laporannya sudah kami tindaklanjuti di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak)," kata Kapolres Siak.

Saat ditanya apakah terduga pelaku sudah dimintai keterangan, ia mengaku akan mengecek kembali. 

Komentar Via Facebook :