26 Sampel Takjil Beberapa Kuliner Diperiksa Pihak BPOM Ambon

26 Sampel Takjil Beberapa Kuliner Diperiksa Pihak BPOM Ambon

CYBER88 | Ambon - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menguji sampel takjil di kawasan kuliner di Jalan Sultan Babullah depan Masjid Raya Al-Fatah, Batu Merah, Waihaong, Kebun Cengkeh, Galunggung dan Wayame. Jumat, (24/03/23)

Dalam pengujian tersebut BPOM Ambon tidak menemukan bahan berbahaya pada penganan ringan maupun minuman pembatal puasa tersebut. 

Kepala BPOM Ambon Hermanto menjelaskan Tiap tempat kuliner sekitar 26 sampel masing-masing. Pengambilan diacak, mana produk-produk yang diduga mengandung bahan berbahaya, tidak semua” kata Hermanto usai sidak di pelataran Masjid Al-Fatah

Sidak tersebut, lanjutnya untuk memeriksa dan melakukan pengujian makanan-makanan dalam rangka Bulan Suci Ramadhan 1444 hijriah.

“Bekerja sama dengan Dinas-dinas terkait pelaksanaan pengawasan Pangan Menjelang Bulan Ramadhan. Untuk pengawasan takjil ini kita lakukan daerah Waihaong kemudian di daerah Batu Merah dan Wayame, juga Kebun Cengkeh dan Galunggung. Hasilnya belum keluar," jelasnya.

Hermanto mengungkapkan dari Tahun 2022 lalu sampai Tahun 2023 ini, para pedagang mulai memiliki kemajuan. Namun artinya hal ini bersama ini perlu mengingatkan terus.

"Kita sudah tempelkan spanduk kecil di tempat-tempat  penjual yang sudah patuh terhadap ketentuan keamanan pangan. Kegiatan ini bukan hanya dilakukan di Ambon, tapi di seluruh kabupaten/kota yang ada di Maluku,"ungkapnya.

Hermanto berharap makanan takjil yang di jual harus hingenis dan sehat dalam menunjang berbuka puasa hingga merayakan bulan suci ramadhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy menghimbau kepada masyarakat yang membeli makanan artinya masyarakat juga harus pandai dalam bagaimana menjaga kesehatan.

"Kami imbau, warga Ambon untuk tetap menjaga kebersihan selama Ramadhan, terlebih saat berburu takjil," imbuhnya.

Wendy juga berharap agar masyarakat yang mau membeli sesuatu pastikan bahwa makanan itu terlindungi. Hal itu, sebagai upaya untuk menciptakan pangan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Komentar Via Facebook :