Polemik Revitalisasi Pasar Banjaran, Tak Terima Haknya Diabaikan Warga Pasar Banjaran Buat Surat Terbuka Pada Presiden Jokowi

Polemik Revitalisasi Pasar Banjaran, Tak Terima Haknya Diabaikan Warga Pasar Banjaran Buat Surat Terbuka Pada Presiden Jokowi

CYBER88 | Bandung -- Polemik terkait Revitalisasi Pasar Banjaran terus berlanjut meskipun disatu sisi pihak PT Bangun Niaga Perkasa (BNP) selaku pemenang tender, terus menggenjot menyelesaikan tempat relokasi sebelum pasar lama dirobohkan untuk dibangun kembali.

Tak hanya melakukan upaya hukum, Keluarga Warga Pasar Banjaran (Kerwappa) melakukan berbagai upaya utnuk memperjuangkan haknya. Hal itupun diikuti oleh ratusan warga pasar dengan ide nya masing masing.

Tak hanya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi tempat tumpuan bagi mereka untuk mendapatkan haknya. Salah satu warga pedagang Pasar banjaran bahkan membuat Surat Terbuka pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Istagramnya.

Baca Juga : Ini Alasan Ratusan Pedagang Pasar Banjaran Menolak Revitalisasi, Emak Emak: Jangan Adudombakan Kami 

Dalam akun Istagram @mangs.dhani pedagang yang mengaku telah berjualan sejak tahun 1980 itu menyampaikan keluh kesahnya kepada Presiden Jokowi. Ia pun menceritakan bagai mana ketar ketirnya pasca pasar Banjaran kebakaran di tahun 2007 dan harus membangun sendiri kios yang sebelumnya ditempati setelah selama hamper 3 tahun berjualan di pasar sementara.

“Dalam kesempatan ini, ijinkan saya menyampaikan keluh kesah kepada Bapak Presiden sehubungan pada saat ini tempat saya berjualan untuk mencari nafkah keluarga akan direvitalisasi oleh Bupati Bandung yang bekerjasama dengan pihak ketiga, atas hal tersebut tentunya saya sangat keberatan mengingat situasi pasca pandemik Covid-19 menyebabkan kondisi ekonomi saya termasuk pedagang lainnya masih belum stabil dikarenakan kondisi usaha di Pasar Rakyat Banjaran saat ini relatif sepi.

Baca Juga : Emak Emak Pedagang Pasar Banjaran Berharap Hakim PTUN Terbuka Hati Memenangkan Gugatan, Ini Ungkapan Ketua Kerwappa 

Sehingga, pendapatan pedagang sangat menurun drastis, selain itu juga yang menjadi keberatan kami adalah bahwa kios tempat usaha yang kami tempati selama ini merupakan kios yang dibangun secara swadaya oleh para pedagang pasca beberapa kali terjadi kebakaran dan yang terakhir pada tahun 2007, kami sebagai pedagang sama sekali tidak diajak berdialog secara khusus atas rencana revitalisasi Pasar Rakyat Banjaran sehingga tentu saja jika revitalisasi terus dilakukan maka akan sangat merugikan saya dan pedagang lainnya karena akan kehilangan kios yang dibangun dengan biaya sendiri secara swadaya yang hingga saat ini tidak pernah ada pembahasan mengenai kompensasi kios-kios pedagang Pasar Rakyat Banjaran yang seharusnya dibahas oleh Bupati Bandung dengan para pedagang Pasar Rakyat Banjaran.

Akan tetapi hal tersebut tidak pernah dilakukan, bahkan upaya pedagang melakukan audiensi dengan DPRD pun tidak menemukan titik temu penyelesaian bahkan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung malah menyarankan kami untuk menempuh upaya hukum, atas permasalahan kami tersebut kiranya Bapak Presiden @jokowi dapat memberikan dukungan moril serta perlindungan kepada para pedagang Pasar Rakyat Banjaran agar revitalisasi tidak jadi dilakukan atau setidak-tidaknya ditunda hingga kondisi ekonomi pulih kembali berkenaan.

Baca Juga : SK Bupati Tentang Revitalisasi Pasar Banjaran Digugat Kerwappa, No 6 Bikin Merinding

Berkenaan dengan hal tersebut saya mohon pula kepada Bapak Presiden @jokowi untuk dapat memfasilitasi kami pedagang Pasar Rakyat Banjaran untuk berdialog langsung dengan Bupati Bandung Provinsi Jawa  Barat dalam menyampaikan keberatan kami atas revitalisasi Pasar Rakyat Banjaran agar mendengar langsung keluh kesah para pedagang Pasar Rakyat Banjaran.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan, mohon maaf atas kelancangan saya menyampaikan surat ini, atas perkenan dan perhatian Bapak Presiden @jokowi saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum Warohmatullohi wabarokatuh. (*)

Komentar Via Facebook :