Ini Alasan Ratusan Pedagang Pasar Banjaran Menolak Revitalisasi, Emak Emak: Jangan Adudombakan Kami
CYBER88 | Bandung -- Ratusan pedagang di pasar tradisional Banjaran tak henti hentinya menyuarakan aspirasinya dalam memperjuangkan hak nya sebagai warga Negara yang mempunyai kedudukan hukum yang sama dengan siapapun. Merekapun menyampaikan alasan kenapa menolak revitalisasi pasar tradisional Banjaran yang direncanakan menjadi Pasar Sehat Banjaran.
Dalam tayangan video yang tersebar di media sosial seperti dikutip Cyber88.co.id Rabu (10/5), emak – emak berkerudung merah muda dengan lantang menyampaikan alasan yang paling mendasar terkait penolakannya yakni karena pembangunan diserahkan pada pihak swasta atau PT.
“Alasan penolakan kami yaitu, karena pembangunan diserahkan pada pihak swasta atau PT dan kenapa tidak dibangun oleh pemerintah daerah dengan menggunakann APBD sehingga kami tidak akan mampu untuk membeli kiosk karena harganya mahal dan kami tak mampu untuk membayarnya,” Ucap emak emak tersebut.
Emak emak berkerudung merah muda itu pun mngungkapkan keprihatinannya, kalau ingin memiliki tempat berjualan harus meminjam uang ke Bank. Disatu sisi, Perekonomian kami belum stabil pasca pandemic Covid-19.
“Maka dengan ini, kami warga pasar banjaran mendukung penuh langkah Kerwappa bersama kuasa hukum yang menempuh jalur hukum di persidangan. Semoga Kerwappa dan kuasa hukum diberikan kelancaran dan memenangkan perkara sesuai dengan yang diharapkan para pedagang di pasar Banjaran. Untuk itu, kami meminta pada hakim yang memimpin persidangan bersikap adil dan bijaksana dalam menentukan keputusannya,” Katanya.
Sementara, emak – emak menggunakan kerudung hijau muda dengan intonasi bak seorang penyair yang tengah membacakan puisi, dengan lantangnya juga menyuarakan isi hati para pedagang yang merasa terdzolimi dengan kebijakan Bupati Bandung. Ia pun nampak kecewa dengan pihak pihak yang disinyalir para pedagang lainnya yang mempunyai sikap bersebrangan.
“Kami,, penghuni pasar Banjaran, bersama sama kami di sini yang bersebrangan dengan saudara - saudara kami sendiri. Kami dibentrokan dengan kepentingan kepentingan disana, padahal Kami semua bersaudara di sini Boss Ku…. Namun, kami dipaksa untuk adu hantam dengan saudara saudara kami sendiri. Kami saling nyinyir,,, kami saling curiga antara satu dengan yang lainnya. Ibu dan anak,, kakak dan adik. Saudara kami dipaksa untuk dipecah belah.
“Mengapa kalian adudombakan kami yang sudah menjadi saudara di pasar Banjaran ini..? Untuk apa saudara adudombakan kami dan apakah persaudaraan ini akan berhenti karena rupiah.? ,” Ucap emek emak tersebut yang setiap berhenti berkata di iringi dengan teriakan takbir yang menggema.
Baca Juga : SK Bupati Tentang Revitalisasi Pasar Banjaran Digugat Kerwappa, No 6 Bikin Merinding
Tak hanya itu, para pedagang lainnya juga mencoba mencari dukungan baik dari para tokoh masyarakat, juga pada Gubernur Jawa barat melalui akun Istagram dan juga WhatsApp. Hal itu pun direspon oleh Gubernur Jawa barat yang Akrab disapa Kang Emil.
“Oke Kang. Saya review dulu situasinya,” Tulis Kang Emil seperti dilihat Cyber88.co.id Rabu (10/5/2023).
Bahkan, salah satu pedagang dalam akun istagram mang_dhani, membuat surat terbuka pada Presiden Joko Widodo yang mengungkapkan persoalan yang terjadi di Pasar Banjaran.
Dia yang mengaku sudah berjualan sejak tahun 1980 itu menyampaikan alasan alasan mengapa menolak revitalisasi pasar Banjaran yang dinilai merugikan para pedagang. Ia pun berharap Negara hadir ditengan persoalan yang menimpa warga pasar Banjaran.
Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, H Eman, Ketua Kerwappa memebenarkan bahwa dukungan terhadap perjuangannya dengan tim pengacara terus mengalir dari berbagai pihak terutama dari para pedagang.
Ungkapan para pedagang pasar Banjaran itu, lanjutnya, direkam saat dilaksankannnya persidangan pada tanggal 2 mei 2023. Sementara, terkait keputusan akan digelar lagi persidangan pada tanggal 16 Mei 2023 mendatang.
H Eman juga mengatakan, pihaknya mendapat dukungan dari PDI Perjuangan Jawa Barat. Saat menyambangi kantor DPD PDI Perjuangan, pihaknya diterima langsung oleh Ono Surono, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat di Pelajar Pejuang No. 1 Bandung pada Minggu 07 Mei 2023.
Kata H Eman, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat saat itu menghadirkan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Dalam itu ada Dadan Konjala, M. Luthfi Hafiyyan, dan Erwin Gunawan yang merupakan Legislator asal dapil 7 yang didalamnya ada Kecamatan Banjaran.
Menurutnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat telah memerintahkan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung dan termasuk DPC PDIP Kab. Bandung untuk mendampingi dan mempelajari lebih dalam lagi, mengenai permasalahan revitalisasi ini.
Disatu sisi, pihak PT Bangun Niaga Perkasa (BNP) selaku pemenang tender, terus menggenjot menyelesaikan tempat relokasi sementara para pedagang pasar banjaran sebelum tempat tempat berjualan para mengais rejeki itu dirobohkan untuk dibangun kembali.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang basah seperti sayur mayor dan lainnya akan direlokasi ke lokasi bekas TPS. Sedangkan untuk pedagang kering seperti pakaian akan direlokasi ke alun alun Banjaran. (Red)


Komentar Via Facebook :