Bupati Bandung Harus Dengar, Ini Ungkapan Histeris Emak emak Pedagang di Pasar Banjaran: Seharga Sendal Jepitpun Kami Akan Pertahankan Hak

Bupati Bandung Harus Dengar, Ini Ungkapan Histeris Emak emak Pedagang di Pasar Banjaran: Seharga Sendal Jepitpun Kami Akan Pertahankan Hak

CYBER88 | Bandung -- Viral,, video seorang emak emak pedagang di Pasar Tradisional Banjaran yang didampingi ratusan pedagang lainya dengan histeris mengungkapkan perasaannya. Hal itu pun ia sampaikannya mewakili ratusan para pedagang yang akan terdampak dari kebijakan Bupati Bandung yang melakukan Revitalisasi yang bekerjasama dengan PT. Bangun Niaga Perkasa (BNP) selaku pemenang tender.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriata telah mengeluarkan SK Bupati Nomor: 6021/Kep 73 –Disperkimtan/2023 tentang Penetapan Mitra Bangun Guna Serah Pasar Sehat banjaran Kabupaten Bandung. Sementara, sebelumnya Sekda sudah mengeluarkan SK Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung selaku pengelola barang milik daerah Nomor: 0621/Kep64-Disperkimtan/2022 tentang penetapan pemenang Mitra Bangun Guna Serah Bangunan dan pengelolaan pasar sehat Banjaran.

Keberadaan kedua SK ini pun kini tengah digugat oleh Keluarga Warga Pasar Banjaran (Kerwappa) bersama tim hukumnya. Sidang masih berlanjut dengan agenda kembali digelar pada tanggal 16 Mei 2023.

Baca Juga : SK Bupati Tentang Revitalisasi Pasar Banjaran Digugat Kerwappa, No 6 Bikin Merinding

Dalam tayangan video berdurasi lima menit lebih yang tersebar di grup grup WhatsApp dan di media sosial lainya, nampak seorang emak – emak berpakaian dan berkerudung hijau muda dengan intonasi bak seorang penyair yang tengah membacakan puisi, dengan histerisnya menyuarakan isi hati para pedagang yang merasa terdzolimi dengan kebijakan Bupati Bandung. Ia pun nampak kecewa dengan pihak pihak yang disinyalir para pedagang lainnya yang mempunyai sikap bersebrangan.

“Kami,, penghuni pasar Banjaran, bersama sama kami di sini yang bersebrangan dengan saudara - saudara kami sendiri. Kami dibentrokan dengan kepentingan kepentingan disana, padahal Kami semua bersaudara di sini Boss Ku…. Namun, kami dipaksa untuk adu hantam dengan saudara saudara kami sendiri. Kami saling nyinyir,,, kami saling curiga antara satu dengan yang lainnya. Ibu dan anak,, kakak dan adik. Saudara kami dipaksa untuk dipecah belah.

“Mengapa kalian adudombakan kami yang sudah menjadi saudara di pasar Banjaran ini..? Untuk apa saudara adudombakan kami dan apakah persaudaraan ini akan berhenti karena rupiah.? ,” Ucap emak emak tersebut seperti dikutip Cyber88.co.id dari Video tersebut Rabu, (10/5/2023). Ungkapannya itu di sontak mendapat dukungan dari ratusan pedagang.

Baca Juga : Ini Alasan Ratusan Pedagang Pasar Banjaran Menolak Revitalisasi, Emak Emak: Jangan Adudombakan Kami

Emak emak itu melanjutkan, ia mengatakan bahwa tidak menyangka keadaan akan berujung dengan kepahitan seperti ini. Padahal, katanya, para pedagang merupakan ujung tombak dari perekonomian.

“Kami ini ujung tombak dari perekonomian ini. Beribu ribu manusia mencari nafkah dan beribu ribu manusia mendapatkan pekerjaan di pasar ini. Kebijakan Ini jelas akan mengancurkan kami.

Dibalik perusahaan perusahaan besar, dibalik petani petani besar, dibalik peternak besar, apakah ini akan berjalan tanpa kami, Apakah perusahaan besar akan masuk tanpa kami? 

Tidakkkk….. Serentak ratusan pedagang menjawab dengan suara bergemuruh.

Tapi mengapa kami ini dihakimi, mengapa kami dihina, mengapa kami dicaci dan mengapa persaudaraan kami dikoyak koyak 

Aku sedih,,Bosku… aku sedihhh… mengapa kalian memusuhi kami, kenapa kalian menghina kami,, mengapa kalian mencaci maki kami. Demi rupiahkan kau gadaikan harga diri kalian ?

Kami akan matii bosku.. kami akan mati bosku.. kalian juga pasti mati dan kita semua akan mati. 

Kami akan mati dengan membawa harga diri kami, kalian mati membawa keluh kami, keringat kami dan kerja keras kami dan kalian akan mempertanggungjawabkannya di hadapan alloh nanti.

Kalau ada orang yang berkata mengapa saya berbuat seperti ini,, ini hanya mempertahankan hak kami meskipun seharga sandal Jepit kami wajib mempertahankannya.

Sekian dan terima kasih,, emak emak pasar Banjaran, Ucapnya mengakhiri dengan meneteskan air mata. Di wajah para pedagang lainnya pun nampak kesedihan yang mendalam dan berharap cemas apakah Kerwappa bersama Tim Kuasa hukumnya akan memenagkan gugatan? (Red)

Komentar Via Facebook :