Gada AMS Pusat Lakukan Pembedahan LKPJ Gubernur Jabar

Gada AMS Pusat Lakukan Pembedahan LKPJ Gubernur Jabar

CYBER88 | Bandung — Gada AMS (Generasi Muda Angkatan Muda Siliwangi) Pusat mengadakan Pembedahan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Gubernur Jawa Barat yang bertempat di Sekretariat AMS, Jl Braga no. 25B, Kota Bandung, Jum'at (26/5/2023).

Kegiatan tersebut diisi oleh Mansyura Manik,S.Pd., sebagai pengamat dan praktisi pendidikan dan R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira, S.T., sebagai wakil ketua pansus LKPJ Gubernur dari Fraksi PDIP.

Kemudian Kegiatan juga dihadiri oleh Ketua Umum AMS Noeri Ispandji Firman, pengurus Gada AMS Pusat,  pengurus Puragabaya AMS, KNPI, IMA AMS, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Mansyura menyampaikan pentingnya kolaborasi pemerintah bersama pemuda. Dikadenakan, menurutnya, 27 program unggulan Jabar Juara ini tidak berjalan dan malah programnya sendiri tidak diketahui oleh pemuda yang berada di Jawa Barat.

"27 program unggulan ini bahkan bisa disebut sebagian besar Hoaks, karena program-programnya saja banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat umum terutama pemuda," ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, banyaknya program bagi siswa berprestasi yang dicanangkan.

"Jadi intinya program kerja pemerintah saat ini sangat jauh dari ekspektasi masyarakat," pungkasnya.

Di sisi lain pemateri kedua, R. Yunandar menjelaskan, dari UU. 23 th 2014 banyak yang berdampak salah satunya yakni pemberdayaan budidaya ikan yang biasanya diolah oleh provinsi namun harus diolah oleh Kabupaten/Kota yang mana belum ada pengalaman dan pada akhirnya tidak lagi berjalan.

"Kemudian dampak lainnya akibat tidak adanya perhatian dari pemerintah, Jawa Barat mengalami peningkatan pengangguran paling besar di Indonesia terutama dari lulusan SMP dan SMA," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama juga Ketua Umum AMS, Noeri Ispandji Firman menyampaikan kegelisahannya sebagai masyarakat warga Jabar kepada Gubernur Jabar.

"Untuk sektor pendidikan ini, saya cukup prihatin dan saya pribadi memberikan rapot merah 3,5 pada Pemerintah Jabar," katanya.

"Karena Pengorbanan dari AMS untuk Gubernur itu sangat luar biasa, akan tetapi janji-janji beliau tidak ada yang terealisasi. Bahkan jika dibuka mungkin akan sangat ramai," lanjutnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, tidak ada pencapaian yang berjalan bagi masyarakat, khususnya sektor pendidikan, bahkan saya mencium bau busuk di gedung sate karena banyak disalahgunakan wewenang olehnya sebagai Gubernur.

"Untuk Pilgub saat ini, Jawa Barat krisis kepemimpinan. Tidak ada yang seperti Ahmad Heriawan yang 100% Janji dan Bukti, berbeda dengan yang sekarang 100% janji dan 100% mengingkari," tegasnya.

"Bahkan jika pemimpin saat ini mencalonkan kembali menjadi Gubernur untuk kedua kalinya, ini akan menjadikan Darurat Kepemimpinan di Jawa Barat," tandas Kang Noeri.

Komentar Via Facebook :