Diduga Tidak Sesuai Juknis, Baru Beberapa Bulan Rabat Beton di Desa Maindu Sudah Banyak Yang Retak

Diduga Tidak Sesuai Juknis, Baru Beberapa Bulan Rabat Beton di Desa Maindu Sudah Banyak Yang Retak

CYBER88 | Lamongan - Pembangunan jalan Rabat Beton Desa Maindu, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur diduga tidak sesuai juknis, pasalnya baru 4 bulan sudah banyak yang retak parah dibeberapa titik. 

Diketahui pembangunan tersebut merupakan satu titik lokasi, namun menggunakan 2 Anggaran Dana Desa tahun 2023. Di lokasi itu juga terdapat 2 papan informasi proyek anggarannya sebesar Rp. 135.894.500 dengan Volume 70,5 x 4 x 0.20 M, sedangkan untuk papan informasi proyek yang satunya sama persis anggarannya
sebesar Rp. 135.894.500 dengan Volume 70,5 x 4 x 0.20 M. Jadi untuk total anggaran tersebut Rp. 271.789.000 dengan Volume 141 x 4 x 0.20 M.

Salah satu warga mengatakan bahwa pembangunan tersebut baru 1 bulan selesai dibangun sudah banyak yang retak.

"Itu baru di bangun sekitar 1 bulan kemarin sudah banyak yang retak, sekarang kondisinya malah parah banyak mas. Menurut saya itu pasti ada yang tidak sesuai dengan teknis nya, karena baru 1 bulan kemarin saja sudah mulai retak. Misalnya dalam campuran semen dan pasirnya, serta normalisasi untuk lantai dasar harus padat. Kalau dalam waktu 1 tahun itu mulai banyak yang retak itu wajar." Ujarnya. Sabtu (12/8).

Terpisah Amat selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) mengatakan bahwa sudah menjalankan sesuatu perintah selanjutnya pertanggung jawaban di Kepala Desa.

"Kalau saya yang penting sudah menyelesaikan pekerjaannya, untuk pertanggungjawaban ya kepala desanya mas. Untuk lantai dasarnya tidak memakai plastik namun menggunakan besi. Sedangkan pembangunan nya kemarin sekitar bulan April, jadi sekarang sudah 4 bulanan mas." Ujarnya, Selasa (15/8).

Disinggung soal banyak yang retak pihaknya mengatakan karena faktor panas.

"Anggarannya ada 2 mas, jumlahnya sama sesuai dengan yang ada dipapan, seharusnya lebih enak dijadikan satu untuk papan informasi proyek nya. Sedangkan untuk banyak yang retak itu menurut saya faktor alam karena tanah di daerah sini itu gerak, dan juga panasnya yang ekstrim." Katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini sudah mencoba menghubungi Kepala Desa Maindu melalui WhatsApp beberapa kali, dan sudah didatangi Ke Kantor Desa tidak merespon.(Dan)

Komentar Via Facebook :