PPK Disdik Mesuji Dinilai  Tutup Mata Soal Dugaan  Revitalisasi Sejumlah Sekolah yang Tak Sesuai Spesifikasi

PPK Disdik Mesuji Dinilai  Tutup Mata Soal Dugaan  Revitalisasi Sejumlah Sekolah yang Tak Sesuai Spesifikasi

CYBER88 | Mesuji, -- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan revitalisasi gedung sekolah Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji dinilai tutup mata atas dugaan pembangunan di sejumlah titik kegiatan yang tidak sesuai RAB dan berpotensi mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah. 

Pasalnya, sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji melalui PPK Program Revitalisasi Gedung sekolah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 menegaskan jika terdapat pengerjaan yang tidak sesuai maka pihak nya mengharuskan untuk dilakukan pembongkaran serta dikerjakan ulang sesuai dengan spek semestinya. 

Namun hal itu diduga hanya akal-akalan oleh oknum dinas, lantaran hingga saat ini Geri selaku Kasi sekaligus PPK kegiatan DAK seolah acuh dan tidak perduli dengan adanya hal tersebut bahkan disinyalir adanya pembiaran oleh dinas itu sendiri. 

Betapa tidak, melalui pesan whatsapp berulang kali wartawan mengirim pesan terkait tindak lanjut sebagaimana stepmen PPK sebelumnya yang mengatakan, pada Rabu lalu pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan kroscek langsung ke sejumlah titik kegiatan namun hingga saat ini pesan yang terkirim oleh wartawan tidak ada tanggapan maupun balasan dari oknum disdik Mesuji. 

Menanggapi hal tersebut, salah satu sumber yang masih dirahasiakan identitasnya menyayangkan atas sikap tidak koperatif oknum PPK Disdik Mesuji yang dinilai tidak serius bahkan memberikan pembiaran atas hal tersebut. 

"Jangan-jangan sudah ada kongkalikong oleh pihak dinas dan rekanan sebagai pelaksana kegiatan, perlu di telusuri lebih jauh atas hal ini," Ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, hasil penelusuran media ini di beberapa titik lokasi, yang di kerjakan oleh CV Bocil Rp. 3,M lebih, CV Pilar Buana Rp. 2,8 M, CV Tiga serangkai Mesuji nilai Rp.3,7 M, CV Kendedes Rp.2,4 M diduga kuat menggunakan material di bawah standar yang telah di tentukan bahkan hasil pembangunan terkesan asal jadi. 

Salah satu contoh, pada pengerjaan revitalisasi SD Negeri 14 Mesuji Timur yang berlokasi di Desa Tanjung Mas Makmur oleh CV Pilar Buana dengan pagu anggaran 2,8 Milyar lebih disinyalir dikerjakan asal jadi dan menggunakan material tidak sesuai RAB yang di tentukan. 

"Hasil pembangunan nya terkesan asal jadi baik dari pengecoran maupun lain nya, apalagi material yang di gunakan seperti contoh hollow untuk rangka plafon yang di gunakan ukuran nya sangat kecil tidak sesuai Sebagaimana mestinya, padahal setahu saya ukuran yang sesuai adalah 3,6x3,6 bahkan ketebalan plafon juga tidak sesuai dengan ukuran semestinya. Sebab saya juga tukang biar sedikit saya juga memahami, begitu pun dengan geranit yang di gunakan kualitas nya di bawah standar tentu itu berpengaruh pada kualitas bangunan oleh sebabnya saya minta ini di tindak lanjuti," Ujar HR salah seorang warga setempat baru - baru ini. 

Lebih lanjut HR meminta kepada pemerintah atau dinas terkait, agar segera meninjau langsung hasil pengerjaan proyek tersebut ke lokasi.

"Oleh karena itu, saya harap pemerintah khususnya dinas terkait, supaya turun kelokasi dan kroscek langsug hasil pekerjaan proyek itu, bila perlu dibongkar saja, agar tahu kualitas yang sebenarnya," Pintanya. 

Menaggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji memastikan akan melakukan pembongkaran pada bangunan yang tidak sesuai. 

"Kita pastikan dalam waktu dekat akan kroscek ke lapangan, jika ditemukan ada bangunan maupun material yang di gunakan tidak sesuai maka itu harus di bongkar," Kata Geri.(A GUN)

Komentar Via Facebook :