Mai Susanti Korban Dugaan Pengancaman Sebilah Keris, Harapkan Proses Hukum atas Kasusnya Tetap Jalan

Mai Susanti Korban Dugaan Pengancaman Sebilah Keris, Harapkan Proses Hukum atas Kasusnya Tetap Jalan

CYBER88 | OKU, Sumsel - Bermula terjadinya Cek-cok antara Mai Susanti (50) yang beralamat di Jalan Wahab Sorubu RT.01, RW.04 Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, dengan tetangganya Lekmat (60) yang tinggal di Lorong Marnan 3, juga di Kelurahan yang sama. Atas Cek-cok tersebut berbuntut dilaporkannya Lekmat ke Polsek Baturaja Timur.

Adapun muara dari perselisihan tersebut saat Mai dengan Istri dari Lekmat sama-sama meminjam uang ke salah satu Bank Pemerintah dengan rincian Mai meminjam sebesar 5 juta Rupiah sedangkan Istri Lekmat sebesar 30 juta rupiah dengan total pinjaman sebesar 35 juta rupiah.

Berawal dari hal tersebut membuat kedua tetangga ini jadi Cek-cok dan ribut, hingga terduga pelaku Lekmat mendatangi korban Mai Susanti dengan Senjata Tajam sejenis Keris. 

Seperti dituturkan Mai Susanti pada portal ini terkait kronologi kejadian.

 "Saya masih ingat pada saat itu hari Kamis (16/02/23) Saya didatangi oleh pelaku Lekmat dengan membawa Senjata Tajam sejenis Keris dan menggedor gedor terali rumah Saya dan disaksikan oleh yang ada di bengkel sekitar rumah, bahkan hal tersebut dilakukan pelaku didepan anak saya yang masih kecil hingga membuatnya Syok ketakutan sampai saat ini" ujar Mai

Menurut Mai beberapa  hari setelah Insiden tersebut dirinya membuat laporan pengaduan Masyarakat ke Polsek Baturaja Timur untuk minta di BAP, karna pertemuan sebelumnya dirumah pak RT setempat tidak membuahkan titik temu.

"Tapi sayangnya petugas piket saat itu bilang, "Sudahlah bu' pulang sajalah karna ibu kan masih sehat dan tidak apa apa" terang Mai menirukan ucapan petugas saat itu.

Tidak puas atas hal tersebut Mai mendatangi Polres OKU, dan diterima di Unit Pidana Umum (Pidum) dengan tuduhan peristiwa Tindak Pidana *PENGANCAMAN* Sebagai mana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP. dengan NOMOR : SP3D/08/V/2023/RESKRIM tertanggal 2 Mei 2023 kemudian NOMOR : SP3D/08.1/VI/2023/RESKRIM tertanggal 5 Juni 2023, selanjutnya NOMOR : SP3D/08.2/VII/2023/RESKRIM tertanggal 11 Juli 2023.

"Tadinya saat diruang Pidum sudah ada titik temunya Antara dirinya dengan Lekmat, yang mana tadinya Saya minta kompensasi atas malu dan Syoknya mental Saya dan Anak anak dengan nominal sebesar 5 juta Rupiah namun Lekmat hanya menyanggupi 3 Juta saja, tapi ironisnya sampai saat ini tidak ada Realisasi atas hal tersebut" 

Untuk itu Saya selaku korban mengharapkan pihak Kepolisian dalam hal ini Polres OKU khususnya Unit Pidum melanjutkan proses Hukum dan ada tindak lanjutnya" terang Mai penuh harap.

Hal tersebut di kuatkan juga oleh Lis (48) selaku saksi saat kejadian menurutnya "Saya sudah dipanggil sebagai saksi atas kasus tersebut, dan bahkan barang bukti berupa sebilah Keris tersebut yang digunakan tersangka untuk mengancam korban juga sudah sempat dipegang oleh pak Marnan mantan RT setempat" ujar Lis

Ditempat terpisah Portal ini meminta konfirmasi seputar hal tersebut pada Unit Pidum, Satreskrim Polres OKU, (23/11/23) namun sayang Kanit Pidum IPDA. Omi F, SH tidak berada ditempat, dan hanya ada Staf dan beberapa Penyidik dan dari sekian banyak Anggota Pidum tersebut tidak ada yang "berani" memberikan komentar atau Statement pernyataan. 

"Maaf pak Kanit sedang tidak ada ditempat, dan untuk kasus tersebut sebaiknya langsung saja dengan pak Kanit" ujar salah seorang petugas diruangan tersebut.

Selanjutnya portal ini menghubungi IPDA. Omi F, SH  selaku Kanit Pidum via kontak nya di nomor +62 822 8219 2728 Namum tetap tidak ada ada Respon pun demikian juga lewat WA nya. (Tim)

Komentar Via Facebook :