ASDP Siapkan 51 Dermaga dan 215 Kapal untuk Layani Angkutan Lebaran 1445 Hijriah 

ASDP Siapkan 51 Dermaga dan 215 Kapal untuk Layani Angkutan Lebaran 1445 Hijriah 

CYBER88 | Jakarta – Menjelang perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024, demi mengantisipasi kepadatan lalulintas penyeberangan, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Dimana, tercatat sebanyak 51 dermaga dan 215 kapal siap melayani perjalanan mudik tahun ini.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Cyber88 dari ASDP, terdapat sejumlah 8 lintasan di 9 cabang pelabuhan yang dipantau secara nasional melalui Posko Lebaran 2024, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Ajibata–Ambarita, Bajoe–Kolaka, Tanjung Api-api–Tanjung Kalian, dan Panajam–Kariangau.

Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menargetkan perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan selamat dengan mematangkan persiapan layanan angkutan oleh pihak manajemen.

Kesiapan alat produksi ASDP dan anak usaha dalam skala nasional mencakup koordinasi layanan oleh 27 cabang yang mengelola 36 pelabuhan, 225 kapal (172 ASDP dan 53 JN) dengan total keseluruhan 303 lintasan se-Indonesia.

Ira memperkirakan jumlah penumpang angkutan lebaran tahun ini mencapai 5,78 juta orang dan 1,37 juta unit kendaraan di 8 lintasan yang berada di bawah koordinasi 9 cabang ASDP. Dengan sinergi bersama instansi berwenang, dapat menjaga v/c ratio di bawah 0,8, sehingga kelancaran arus kendaraan dari dan menuju pelabuhan dapat terwujud.

Puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada tanggal 6-7 April 2024, antrean kendaraan masuk pelabuhan akan tetap ada, namun dapat dipastikan kelancaran arus lalulintas penyeberangan bisa tercapai jika semua pihak dapat tertib. 

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan persiapan teknis untuk menghadapi arus mudik, menurut Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno, dimana secara strategi maupun taktik akan sama dengan tahun lalu. Namun, dilakukan langkah perbaikan dan evaluasi agar penyelenggaraan angkutan lebaran 2024 berjalan lebih lancar.

Mengacu dari realisasi angkutan lebaran tahun lalu, pergerakan orang diprediksi naik sebesar 15%. Pada tahun ini, pergerakan masyarakat di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera akan tetap menjadi perhatian utama.

Untuk memecah kepadatan kendaraan, tahun ini akan dioperasikan kembali beberapa pelabuhan perbantuan, seperti Pelabuhan Ciwandan, BBJ Bojonegara, BBJ Muara Pilu, dan Indah Kiat yang menuju ke Pulau Sumatera.

Di lintas Merak–Bakauheni sebagai jalur tersibuk, rencananya akan dioperasikan 55 kapal (ekspres dan reguler), sementara lintas Ciwandan–Bakauheni disiapkan 10 kapal dan BBJ Muara Pilu akan dilayani 5 kapal.

Peningkatan Prasarana, Sarana dan Fasilitas Pendukung

Masih menurut keterangan tertulis pihak ASDP, khusus pada angkutan lebaran tahun ini, ASDP juga melakukan peningkatan prasarana, sarana, dan juga fasiltas pendukung layanan di beberapa Cabang Utama, antara lain peningkatan kapasitas Dermaga 2 Merak yang semula 3.000 GT menjadi 10.000 GT; Penyediaan travelator pada Access Bridge Menuju Dermaga Reguler Merak; Peningkatan dermaga ponton menjadi dermaga MB di Pelabuhan Gilimanuk berkapasitas 5000 GRT, toilet, posko kesehatan dan bufferzone di lintasan Cabang Utama telah dipersiapkan sebagai fasilitas umum yang bisa digunakan para pengguna jasa.

Selanjutnya, ASDP juga melakukan pengerukan kedalaman dermaga LCM di Pelabuhan Gilimanuk, serta penambahan 1 (satu) Dermaga LCM di Pelabuhan Gilimanuk yang semula 3 dermaga menjadi 4 dermaga, sehingga mampu menampung tambahan ±2.000 kendaraan kecil.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, beberapa pelabuhan bantuan yang akan digunakan untuk memecah kepadatan dan mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di satu titik.

Adapun aturan mengenai pelabuhan penyeberangan ini telah termuat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H yang meliputi :

1. Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan BBJ Bojonegara (Serang-Banten) dan Pelabuhan BBJ Muara Pilu (Lampung Selatan):
a) penumpang pejalan kaki, kendaraan bermotor golongan IVa, golongan IVb, golongan Va, golongan Vb dan golongan VIa tujuan Sumatera untuk arus mudik mulai hari Rabu (3/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan Selasa (9/4) pukul 24.00 WIB melalui Pelabuhan Merak;

b) kendaraan bermotor golongan I, golongan II, golongan III, golongan VIb, dan golongan VII tujuan Sumatera untuk arus mudik mulai hari Rabu (3/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan Selasa (9/4) pukul 24.00 WIB melalui Pelabuhan Ciwandan;

c) kendaraan bermotor golongan VIII dan golongan IX tujuan Sumatera untuk arus mudik mulai hari Rabu (3/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan hari Selasa (9 /4) pukul 24.00 WIB melalui BBJ Bojonegara (Serang-Banten);

d) penumpang pejalan kaki, kendaraan bermotor golongan I, golongan II, golongan III, golongan IVa, golongan IVb, golongan Va, golongan Vb, golongan Via dan golongan VIb tujuan Jawa untuk arus balik mulai Jumat (12/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan Selasa (16/4) pukul 24.00 WIB melalui Pelabuhan Bakauheni;

e) kendaraan bermotor golongan VII, golongan VIII, dan golongan XI tujuan Jawa untuk arus balik mulai hari Jumat (12/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan Selasa (16/4);pukul 24.00 WIB dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu (Lampung Selatan).

2. Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Jangkar dan Pelabuhan Lembar:
a) Lintas Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk:
mulai hari Rabu (3/4) pukul 00.00 waktu setempat sampai dengan Selasa (16/4) pukul 24.00 waktu setempat untuk kendaraan bermotor yang akan melalui Pelabuhan Ketapang ataupun Pelabuhan Gilimanuk diprioritaskan untuk sepeda motor, mobil penumpang dan mobil bus, sedangkan untuk mobil barang tidak menjadi prioritas;

b) Lintas Penyeberangan Jangkar - Lembar: kendaraan bermotor yang akan melalui Pelabuhan Jangkar ataupun Pelabuhan Lembar adalah Kendaraan bermotor dengan daya angkut maksimal 40 Ton; dan

c) Mulai hari Rabu (3/4) pukul 00.00 waktu setempat sampai dengan Selasa (16/4) pukul 24.00 waktu setempat seluruh kendaraan angkutan logistik yang akan melalui Pelabuhan Ketapang diarahkan ke Dermaga Bulusan.

Selain itu, akan ada pengaturan penundaan perjalanan (delaying system) dan buffer zone pada beberapa pelabuhan penyeberangan. Pengaturan penundaan perjalanan dan buffer zone menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan dilakukan di Rest Area KM 43 A dan KM 68 A pada ruas Jalan Tol Tangerang - Merak serta lahan PT. Munic Line pada ruas jalan Cikuasa Atas.

Kemudian, Pelabuhan Indah Kiat dapat juga difungsikan sebagai buffer zone emergency menuju pelabuhan Merak. 

Sedangkan pengaturan delaying system dan buffer zone menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dan BBJ Muara Pilu (Lampung Selatan) dilakukan di Rest Area KM 87B, 67B, 49B, 33B, dan 20B pada ruas Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar. Sedangkan pada jalan non-Tol dilakukan di Terminal Agribisnis Gayam, Rumah Makan Gunung Jati, Rumah Makan Tiga Saudara dan Kantor Lama Balai Karantina Pertanian.

Sementara pengaturan penundaan perjalanan tujuan Pelabuhan Ketapang dari arah Situbondo dilakukan di Rest Area Grand Watudodol jalan raya Pantura Banyuwangi–Situbondo dan tujuan Pelabuhan Ketapang dari arah Jember dilakukan di kantong parkir Dermaga Bulusan. Tujuan Pelabuhan Gilimanuk dilakukan di Terminal Kargo Gilimanuk jalan raya Denpasar–Gilimanuk dan di Terminal Bus Gilimanuk khusus sepeda motor.

Adapun untuk menghindari terjadinya antrian panjang akan dilakukan pembatasan pembelian tiket dengan radius larangan :
a) Pelabuhan Merak sejauh 4,71 KM dari titik tengah pelabuhan terluar; dan
b) Pelabuhan Bakauheni sejauh 4,24 KM dari titik tengah pelabuhan terluar.
c) Pelabuhan Ketapang sejauh 2,65 KM dari titik tengah pelabuhan terluar; dan
d) Pelabuhan Gilimanuk sejauh 2 KM dari titik tengah pelabuhan terluar.

Komentar Via Facebook :