Kencing CPO Ilegal di Inhu Aman Beroperasi Dekat Mapolsek Rengat Barat
CYBER88 | Inhu - Pengusaha atau penampung minyak mentah kelapa sawit (CPO) dari Pabrik Kelapa Sawit disekitar Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dikabarkan meraup keutungan milyaran Rupiah setia bulan.
Bagaimana tidak pengusaha Crunde Palm Oil (CPO) ini membeli dengan harga murah sementara dia menjual dengan harga mahal sekali di perusahaan penampung, setidaknya dijual dua kali lipat.
“Tragisnya penjulan memaki DPO bos yang berasal dari luar daerah Inhu, diperkirakan keuntungan nyaris 50 persen dari modal pembe;ian kepada supit truk CPO,” kata aktivis lingkungan Arief, Rabu (27/3/24).
Tragisnya lagi berdasarkan laporan warga setempat, aktivitas penampungam ini tidak jauh dari Mapolsek Rengat Barat tepatnya di desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, tepatnya disamping masjid Kota Lama.
Pembelian CPO dari lokasi Batang Gangsal para anggota mafia CPO ini melakukan aksinya di Kula Cenaku, Desa Bayas, Sungai Akar, Seberida dan daerah lainnya pelaku menampung ini melakukan aksinya diluar Kota Lama, karena mobil takut memutar arah karena pelabuhan pembuangan berada di Kabupaten Inhil.
“Sementara mobil tangki dari Air Molek, Pranap dan sekitarnya lewat kerumah pengusaha yang sudah puluhan tahun melakukan aksinya tanpa terpantau dari aparat setempat. Kita dengar bos mafia ini Kok Cun atau bos yang di Inhu ini bernama Guntur warga keturunan dari Medan.
Diketahui dari informasi yang bisa dipercaya, gudang mafia CPO ini diduga bayar upeti hanya untuk wilayah di Inhu saja sementara bos Guntur melakukan kordinasi dengan Oknum di Riau dan Dumai.
Dikonfirmasi AKBP Dody Wirawijaya, terkait dekatnya lokasi penampung CPO ilegal ini dengan mapolsek Rengat Barat tak menjawab. Apalagi Kapolsek rengat Barat AKP Buha Siahaan dan pengusaha berinisial ZP dikonfirmasi, sama - sama bungkam.**


Komentar Via Facebook :