Dinilai Tidak transparan Soal Program Ketahanan Pangan, Ini Celoteh Warga Desa Sindangpano

Dinilai Tidak transparan Soal Program Ketahanan Pangan, Ini Celoteh Warga Desa Sindangpano

CYBER88 | Majalengka, --  Salah satu program yang diprioritaskan dalam Dana Desa adalah program ketahanan pangan. Program ketahanan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan di desa, meningkatkan akses masyarakat desa terhadap pangan, dan meningkatkan konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.

Adapun sasaran dari program ketahanan pangan melalui Dana Desa diantaranya selain untuk Meningkatnya konsumsi pangan yang sehat dan bergizi juga untuk meningkatnya pendapatan masyarakat desa dari sektor pertanian yang akan terimplikasi pada peningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

Namun sayangnya, program ketahanan pangan di Desa Sindangpano Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat seolah tak terasa manfaatnya bagi masyarakat secara luas. Pasalnya, program ketahanan pangan di desa tersebut seolah hanya mengakomodir pihak pihak yang punya kedekatan dengan pemerintah desa.

Hal tersebut diungkapkan oleh MA salah satu warga Desa Sindangpano yang menyebutkan kalau program ketahanan pangan yang ada di desanya dalam bentuk penanaman papaya calipornia, bukan dikelola oleh kelompok tani, melainkan dikelola oleh Linmas dan perangkat desa.

Dan, lanjut MA, yang menimbulkan pertanyaan di masyarakat, harga pembelian bibit papaya Calipornia dinilai terlalu mahal. Ia mengetahui kalau pembelian bibit pohon papaya Calipornia seharga Rp.16 ribu.

“Padahal, yang saya ketahui, harga bibit jenis Pepaya California, ukuran 25-30 cm, hanya dikisaran Rp.10 ribu,” Heranya.
 
Oleh karenanya, ia pun berharap selain program ketahanan pangan dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, juga adanya trasfaransi dalam pengelolaan anggaran untuk penanaman budidaya pohon papaya tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh beberapa warga lainya yang juga merasa heran kenapa pengelolaan program ketahanan pangan tersebut dikelola oleh pihak desa dan bukan oleh masyarakat?.

“Kami sebagai masyarakat berhak untuk bertanya, kenapa program ketahanan pangan didesa Sindangpano ko dikelola oleh pihak desa dan bukan dikelola oleh kelompok tani?” Ucap salah satu warga yang tak mau disebut namanya pada Cyber88.co.id. Kamis (19/9/2024).

Seperti halnya MA, warga itu pun mempertanyakan soal tidak transparan nya pihak pemerintah desa dalam mengelola dana desa khususnya dalam program ketahanan pangan karena di lokasi kegiatan program tidak ada papan informasi yang semestinya dipasang supaya masyarakat mengetahui berapa jumlah anggaran yang digunakan. Sebab, itu merupakan uang rakyat.

“Kami berharap dalam Pengelolaan budidaya Tanam Pepaya ada keterbukaan pada masyarakat supaya kami dapat sama sama melakukan kontrol dalam pengalokasian dana desa. Kalau tidak ada papan informasi, bagaimana kami bisa tahu,” Cetusnya.

Dikonfirmasi melalui WhatApp, Nana Karna, Kades Sindangpano tidak dapat dihubungi. Sementara, Riki, Sekretaris Desa membenarkan bahwa pemerintah desa melalui program Dana Desa ditahap kesatu untuk ketahanan pangan atau Ermark itu untuk Budidaya Tanam Pohon Pepaya jenis California.

Riki membantah kalau program itu dikelola oleh pihak desa. Ia pun menyebutkan kalau program tersebut dikelola oleh kelompok tani yang ketua kelompoknya Sarmin. Namun, anehnya, seorang Sekdes mengatkan terkait anggaran dirinya seolah lupa.

“Program ini dikelola oleh pihak kelompok tani Pepaya yang diketua oleh pak Samin. Terkait anggarannya saya harus membuka dulu laptop biar lebih jelas, besok pagi datang ke desa biar bisa ketemu dengan bapak kadesnya,” Sebut Riki melalui WhatsApp.

Riki juga menyampaikan, penanaman pohon pepaya Calipornia tersebut ada di blok Cibitung RT 07 RW 02, dengan jumlah pohon pepaya California sebanyak 400 pohon.

‘Maaf pak saya nya lagi dijalan besok pagi aja ketemu didesa,” Ucapanya Sekdes Riki Iskandar Kamis (19/9).

Disambangi di Kantornya, Kades Sindangpano tak ada di tempat. Hal itu pun memperkuat adanya rumor kalau sang Kepala Desa jarang masuk ke kantor. Bahkan sebelumnya, ada warga yang mengatakan kalau Kades Nana hanya ngantor dua kali dalam seminggu.

Asma, salah satu perangkat Desa mengatakan, terkait anggaran dana desa untuk penaman pohon pepaya jenis California terbagi didua tempat yaitu diatas tanah bengkok dan diatas tanah titisara.

Menurutnya, soal pengelola peogram itu  Oleh Linmas itu juga sama karena mereka merupakan kelompok tani, juga biar Linmas dapat penghasilan

"Kalau terkait papan informasi dan jumlah total anggaran, saya tidak tahu tanya saja ke Sekdes, Apalagi harga pohon pepaya saya tidak tahu yang tahu pak Sekdes," Kata Asna yang didampingi Kadus Edi  Junaedi

“Yang saya tahu kalau jumlah pohon pepaya itu sebanyak 400 pohon dan sekarang sedang dipelihara bahkan sedang tahap pemupukan.  Kalau soal anggaran saya juga tidak tahu,” Kata Kadus Edi menambahkan. (Tatang)

Komentar Via Facebook :