FGD Kelurahan Citeureup fokus untuk Atasi Banjir dan Pilah sampah

FGD Kelurahan Citeureup fokus untuk Atasi Banjir dan Pilah sampah

CYBER88 | Cimahi - Masalah sampah menjadi salah satu fokus utama dalam upaya penanganan banjir yang dibahas pada Focus Group Discussion (FGD) Kelurahan Citeureup, Cimahi Utara. Lurah Citeureup, Rusli, menyatakan bahwa sampah yang menumpuk di saluran air menjadi salah satu penyebab utama banjir, terutama di RW 07 yang kerap terdampak saat musim hujan.  

Dalam kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan, ditemukan berbagai jenis sampah rumah tangga, termasuk kasur, di saluran air. Temuan ini, menurut Rusli, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan.  

"Saya terkejut saat warga menemukan kasur di saluran air. Ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," ujar Rusli usai FGD yang berlangsung di Aula Kelurahan Citeureup pada Selasa (14/01/2025).  

Rusli juga menyoroti dampak dari kurang terkontrolnya batas wilayah antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi, yang membuat permasalahan sampah menjadi lebih kompleks.  

Peran Bank Sampah Unit dalam Pengelolaan Sampah Meski menghadapi tantangan, masyarakat Kelurahan Citeureup telah berupaya mengatasi masalah sampah melalui pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di setiap RW. Menurut Rusli, keberadaan BSU tidak hanya membantu mengelola sampah secara efektif tetapi juga mendorong inovasi di tingkat masyarakat.  

BSU di Kelurahan Citeureup berjalan dengan baik. Warga bahkan memanfaatkan sampah plastik untuk membuat produk seperti kursi dari botol plastik. Di satu RW, ada dua BSU yang aktif beroperasi," jelasnya.  

Namun, BSU masih menghadapi sejumlah kendala, seperti ketiadaan alat pencacah sampah plastik dan keterlambatan pengambilan hasil pilah sampah oleh Bank Sampah Induk.  

"Saya berharap Bank Sampah Induk yang berada di bawah pemerintah kota lebih responsif dalam mengambil hasil pilah sampah dari BSU," ungkap Rusli.  

Harapan untuk Program Keberlanjutan Rusli juga mendorong agar program seperti Jaga Kamalir, yang sebelumnya sukses menjaga kebersihan saluran air, kembali diberlakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi. Ia menilai kolaborasi antarwilayah dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, sangat penting untuk menangani permasalahan banjir dan sampah secara berkelanjutan.  

"Dengan sinergi dan inovasi yang terus berkembang, saya optimistis penanganan banjir dan pengelolaan sampah di Kelurahan Citeureup dapat berjalan lebih baik," tutup Rusli.

Komentar Via Facebook :