Aksi Cap Jempol Darah, Massa ARRM Minta Bupati Kampar Dukung Koppsa M Lawan PTPN IV
CYBER88 | Kampar, Riau - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Riau Menggugat (ARRM) pada hari Senin (26/5) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Kampar di Bukit Candika Bangkinang.
Kedatangan massa ARRM ini untuk mendesak Bupati Kampar Ahmad Yuzar memberikan dukungan secara tegas terhadap persaterauan antara Koppsa M dengan PTPN IV dalam kasus gugatan wanprestasi 140 M.
Aksi kali ditandai dengan pembubuhan cap jempol darah pada selembar spanduk. Cap jempol darah adalah simbol perjuangan sampai titik akhir masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam ARRM menentang tindakan intimidasi dansemena-mena PTPN IV terhadap petani kecil yang tergabung dalam Koppsa M.
Ratusan massa ARRM datang dengan manaiki tigas buah bus dan beberapa kendaraan pribadi. Kedatangan massa ARRM disambut oleh petugas dari Polres Kampar dipimpin Kasat Pamenwas Kompol M Sibarani dan petugas dari Satpol PP Kampar. Begitu rombongan massa ARRM tiba, petugas kepolisian dan Satpol langsung menutup gerbang masuk ke Kantor Bupati dan meminta agar massa ARRM memarkir bus di tempat yang telah disediakan.
Begitu massa ARRM berkumpul, Rizky Bintang Pamungkas selaku Korlap aski demonstrasi langsung megimbau massa untuk membentuk barisan secara teratur di depan gerbang masuk Kantor Bupati Kampar. Dalam orasinya, Rizky mengkritik sikap Bupati dan Wakil Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Misharti yang seakan tidak peduli dengan nasib petani kecil yang tergabung dalam Koppsa M.
Padahal, para petani ini tengah digugat oleh PTPN IV senilai Rp 140 M dengan gugatan wanprestasi.
“Bupati dan Wakil Bupati Kampar seakan tidak peduli dan menutup mata terhadap penderitaan petani yang tergabung dalam Koppsa M. Masyarakat merasa ketakutan dan resah atas gugatan wan prestasi yang diajukan PTPN IV terhadap Koppsa M. Padahal Wakil Bupati Misharti berasal dari Kecamatan Siakhulu," ujarnya.
Rizky juga menyatakan kekecewaannya karena kedatangan ratusan warga tidak disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Kmpar. Bahkan setelah sekian lama berorasi, tidak nampak seorangpun pejabat Pemkab Kampar yang hadir menemui peserta aksi demo.
“Kami sangat kecewa melihat respon Bupati Kampar terhadap kedatangan massa ARRM. Seakan tidak tergerak hati nurani Bupati Kampar sedikitpun melihat para petani yang ditindas dan diitimidasi oleh PTPN IV. Seharusnya, Bupati ikut mendukung atau paling tidak memediasi sengketa antara Koppsa M dengan PTPN IV agar masalah ini ada solusinya,” ujar Rizky.
Puas berorasi, tiba-tiba Rizky meminta salah satu perserta aksi untuk membawa seekor ayam yang sudah mereka persiapkan untuk disembelih. Setelah ayam disembelih dan darahnya ditampung disebuah wadah, maka massa ARRM segera melakukan aksi bubuh jempol darah ke sebuah spanduk yang dibawa.
"Aksi jepol darah merupakan simbol perjuangan massa ARRM dan Koppsa M melawan kesewenang-wenangan PTPN IV terhadap petani kecil. PTPN IV gagal membangun kebun sawit sesuai perjanjian, tetapi malah petani yang tergabung dalam Koppsa M yang digugat wanprestasi ke PN Bangkinang Rp140 M,”ujar Rizky
Setelah aksi jempol darah, Pemkab Kampar yang diwakili Kabag Kesbangpol, Drs Mahadi MH datang menemui massa ARRM. Dalam kesempatan itu, Mahadi menjelaskan bahwa saat ini Bupati dan Wabup Kampar tidak berada di tempat dan menitipkan salam buat para peserta aksi demo.
“Bupati saat ini sedang tidak berada di tempat dan pergi ke Pekanbaru untuk menerima penyerahan LHP BPK RI,” ujar Mahadi.
Mahadi juga megucapkan terima kasih karena massa ARRM melakukan aksi dengan tertib dan damai. Semua aspirasi massa ARRM, kata Mahadi, sudah dia dengar dan akan disampaikan kepada Bupati Kampar.
“Kami sudah mendengar dan membaca aspirasi yang disampaikan massa ARRM dan akan disampaikan kepada Bupati agar masalah ini cepat selesai. Masalah serupa juga terjadi di beberapa daerah seperti di Sikijang dan tengah dalam upaya penyelesaian juga,” ujarnya.
Mahadi mengatakan setelah bertemu Bupati maka akan segera dilaksanakan rapat bersama Forkopinda untuk membahas masalah Koppsa M dan PTPN IV. Rapat Forkopinda merupakan keputusan tertinggi dan akan langsung disampaikan kepada Meneg BUMN. Namun Massa ARRM tidak puas dengan jawaban Mahadi karena mereka sudah berulang kali menyelenggarakan aksi namun tidak ada kejelasannya.
“Kami meminta agar Pemkab Kampar memberi peryataaan tegas bahwa mereka mendukung perjuangan ARRM dan Koppsa M melawan PTPN IV,’’ ujar massa.
Setelah didesak peserta aksi demo maka Mahadi pun bersedia memenuhi tuntutan massa agar memberikan pernyataaan tegas mendukung perjuangan massa ARRM dan Koppsa M. Saya mewakili Pemkab Kampar menyatakan bahwa Pemkab Kampar mendukung penuh perjuangan massa ARRM dan Kopsa M melawan gugatan wanprestasi yang diajukan PTPN IV.
"Dan kami akan menyampaikan hasil rapat Forkopinda ke Kementerian BUMN di Jakarta dan semoga masalah ini cepat selesai dan ada solusinya,” tegas Mahadi.
Setalah puas menyampaikan aspirasinya, massa ARRM meninggalkan kantor Bupati Kampar dengan tertib dan teratur. (Alex Chandra).


Komentar Via Facebook :