Kades Pajar Bulan Diduga Jadikan Dana Desa Ajang Bancakan, LSM Angkat Bicara

Kades Pajar Bulan Diduga Jadikan Dana Desa Ajang Bancakan, LSM Angkat Bicara

CYBER88 |  OKU , Sumsel— Dugaan praktik korupsi dana desa kembali mencuat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kali ini menyeret nama Rusdi, Kepala Desa Pajar Bulan, Kecamatan Lengkiti. Sebuah video yang viral memperlihatkan indikasi kuat adanya penyalahgunaan anggaran dana desa, yang disebut-sebut hanya menjadi lahan bancakan oknum tertentu.

Dalam video tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) mengungkap dugaan pelanggaran hukum terkait pengelolaan proyek desa yang dinilai sarat kepentingan pribadi dan kolega Kades. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan kolam ikan dengan anggaran fantastis sebesar Rp220 juta.

"Kami menduga kolam ikan itu sebenarnya sudah ada sebelumnya dan hanya dimodifikasi untuk mencairkan dana desa. Proyek ini terkesan dipaksakan hanya demi mengalirkan anggaran," tegas pernyataan resmi dari LSM PENJARA DPD Sumsel.
 
LSM PENJARA menyebut proyek kolam ikan tersebut tidak mencerminkan azas manfaat bagi masyarakat luas. Kolam terlihat terbengkalai, tidak terawat, bahkan tak memiliki prasasti atau penanda bahwa itu aset milik desa. Penggunaan dana sebesar itu dianggap tidak wajar dan patut dipertanyakan.

Selain kolam ikan, proyek pos kamling juga menuai kritik tajam. Dengan anggaran Rp12 juta, bangunan yang terwujud hanya berupa kotak kecil bercat hijau, tanpa fungsi maksimal.

"Kami minta aparat penegak hukum, khususnya inspektorat dan kejaksaan, untuk segera mengaudit penggunaan dana desa dari tahun 2023 hingga 2024. Ini demi transparansi dan akuntabilitas publik,” ujar Yopen Alinda, SH dari Divisi Hukum LSM PENJARA.

Senada dengan PENJARA, Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SOMASI), Jum Radit, menyatakan pihaknya siap membawa kasus ini ke meja hukum. 

Menurutnya, indikasi penyimpangan anggaran sangat mencolok, dan aparat penegak hukum tak boleh tutup mata.

Rincian proyek mencurigakan yang disoroti antara lain,
Tahun 2023:
Rehabilitasi dan peningkatan pengerasan jalan usaha tani: Rp120.294.600
Rehabilitasi jalan usaha tani lainnya: Rp23.760.400
Pemeliharaan keramba/kolam: Rp60.649.000

Tahun 2024:
Rehabilitasi jalan usaha tani: Rp20.600.000
Rehabilitasi jembatan: Rp46.719.000
Rehabilitasi jalan desa: Rp103.799.000
Bantuan perikanan (bibit dan pakan): Rp26.517.000
Pemeliharaan keramba: Rp126.430.200

“Dengan nilai sebesar itu, faktanya di lapangan banyak proyek yang mangkrak dan tidak memberikan dampak nyata. Audit adalah keharusan agar publik tahu ke mana uang rakyat ini sebenarnya mengalir,” ujar Radit.

Menanggapi hal tersebut, Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Baturaja, Arby, SH., MH menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan ini.

“Terima kasih atas informasinya. Kami pelajari terlebih dahulu, namun sampai saat ini belum ada laporan pengaduan masuk. Kami harap LSM yang bersangkutan segera melaporkannya secara resmi,” jelas Arby saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/6/2025).

Pihak media juga telah mencoba menghubungi Rusdi, Kepala Desa Pajar Bulan, melalui nomor ponsel dan pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada respons.**
 

Komentar Via Facebook :