Pentingnya Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini Ini Pesan Pakalima Barutu dari Dishub Kota Cilegon

Pentingnya Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini Ini Pesan Pakalima Barutu dari Dishub Kota Cilegon

Kepala Bidang Keselamatan dan Pengawasan Dishub Kota Cilegon, Pakalima Barutu,

CYBER88 | Cilegon — Upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas sejak dini terus digencarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah keterlibatan langsung para pejabat dalam memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada siswa sekolah dasar, sebagai bagian dari program 100 Hari Kerja Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Adi Prabowo, melalui inisiatif "Birokrat Mengajar" yang digelar pada Kamis, 12 Juni 2025.

Kali ini, Kepala Bidang Keselamatan dan Pengawasan Dishub Kota Cilegon, Pakalima Barutu, turut mengajar di SD Kedalaman 4 dalam sesi edukasi keselamatan berkendara.

“Materi pengenalan lalu lintas sebenarnya bukan hal baru, tapi tantangannya adalah bagaimana menyampaikannya kepada anak-anak SD. Usia mereka berbeda dengan remaja, jadi pendekatannya harus disesuaikan,” ujar Pakalima.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga sangat penting agar siswa lebih mudah memahami materi dan tetap antusias selama pelajaran berlangsung. “Alat peraga penting agar mereka tidak mengantuk dan tetap ceria. Interaksi juga sangat dibutuhkan agar materi bisa diterima dengan baik,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi kali ketiga Pakalima terlibat dalam program edukasi serupa. Ia mengaku menikmati proses mengajar, meskipun dihadapkan pada tantangan karakter siswa yang beragam—ada yang serius, ada pula yang kurang fokus.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang lalu lintas, terutama mengenai rambu dan marka jalan. Mereka juga bisa menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih tertib saat berkendara,” ujarnya.

Pakalima menekankan bahwa pemahaman dasar seperti arti marka jalan lurus dan putus-putus perlu diajarkan sejak dini. “Banyak anak belum tahu bahwa marka lurus tidak boleh dilintasi, sementara marka putus-putus boleh. Ini hal dasar, tapi sangat penting,” pungkasnya.

Edukasi lalu lintas sejak dini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas, dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.


 

Komentar Via Facebook :