Pemerintah Kecamatan Gerogol Kembali Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Kalibaru 

Pemerintah Kecamatan Gerogol Kembali Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Kalibaru 

CYBER88 | CILEGON – Penanganan banjir di Link.Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, terus diupayakan secara serius. Hal ini terlihat dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di ruang rapat Camat Gerogol, Rabu (25/6/2025), yang dihadiri unsur pemerintah, legislatif, TNI AL, masyarakat dan perusahaan industri sekitar.

Camat Gerogol, Jajat Sudrajat, dalam rapat tersebut menyatakan harapan agar pertemuan kali ini menghasilkan keputusan konkret. “Mudah-mudahan sore ini bisa ada keputusan yang langsung dieksekusi. Berdasarkan informasi, konsinyasi penanganan jangka pendek ada di PT Statomer. Saya harap pihak Statomer bisa memutuskan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa industri berada di tengah masyarakat, dan sudah seharusnya memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. “Kalau industri tidak peduli, jangan salahkan masyarakat kalau sampai muncul reaksi negatif. Pembangunan kota Cilegon ini hanya bisa berhasil kalau ada kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan industri,” tegasnya.

Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, menyampaikan bahwa hasil rapat kali ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat. Ia menjelaskan bahwa penanganan banjir akan dimulai di satu titik prioritas terlebih dahulu.

“Alhamdulillah hasil rapat koordinasi hari ini sangat positif. Insya Allah semua pihak bermufakat dalam penanganan banjir di Kalibaru. Jika tidak ada halangan, besok Selasa Dinas PUPR bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon akan menurunkan alat berat untuk membantu pengerukan sedimentasi di titik masalah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari perusahaan-perusahaan sekitar yang telah menyatakan kesiapan membantu pekerjaan tersebut. “Perusahaan-perusahaan juga sudah berkomitmen memberikan dukungan baik personil maupun logistik, termasuk alat berat dan armada untuk mendukung pengerukan dan pengangkutan sedimentasi. Hari ini kita fokus di satu titik dulu, Insya Allah nanti bersama pak Camat akan kita bahas secara estafet penanganan banjir di titik ke dua, yakni Gerem Raya,” imbuhnya.

Hadir dalam rakor tersebut dari unsur legislatif, Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, memaparkan bahwa kondisi saluran drainase di Kalibaru memang memprihatinkan. Ia menyebut banyak saluran yang menyempit, menyumbat bahkan tertutup total.

“Drainase yang dulu lebarnya 1,5 sampai 2 meter, sekarang sudah jauh menyempit. Banyak gorong-gorong tertutup lumpur dan sampah. Bahkan satu saluran besar yang melintasi beberapa perusahaan seperti PT Trinseo, Unggul, BMT, dan Dover sudah tidak bisa berfungsi,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menyusun rencana aksi terstruktur. “Kami akan susun program jangka pendek, menengah, dan panjang. Saya juga sudah koordinasi dengan Kepala Dinas PUPR agar segera menurunkan alat berat. Selain itu, saya secara pribadi juga akan bantu satu unit alat berat dan satu unit armada,” tegasnya.

Dewan Basri juga mengaku baru kali ini diajak rapat langsung terkait banjir Kalibaru dan akan segera menyampaikan persoalan ini agar menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Cilegon.
“Saya belum sonding ke bawah karena baru kali ini diajak rapat. Tapi nanti saya coba dorong supaya ini jadi program prioritas Pemkot Cilegon juga,” ujarnya.

Terkait regulasi, Dewan Basri menyebut bahwa Peraturan Daerah (Perda) terkait penanggulangan banjir memang belum mengalami pembaruan, namun pihaknya kini tengah membahas sejumlah pansus.

“Saya juga Ketua Pansus Pengelolaan Sampah. Ini erat kaitannya dengan banjir. Kami akan edukasi masyarakat dan dorong OPD terkait agar serius menangani sampah. Jika dikelola baik, sampah organik dan non organik bisa bernilai ekonomis dan mengurangi potensi banjir,” terangnya.

Sementara itu, Letda Laut PM Muhammad Suwarsyah dari DENPOMAL Lanal Banten mewakili Komandan Lanal (Danlanal) Banten. Kol Laut (P) Catur Yogiantoro S.E M.Tr Hanla ,CHRMP  menyatakan Kesiapan TNI AL Lanal Banten untuk membantu kegiatan sosial warga, termasuk normalisasi saluran air yang ada.

“Hasil rapat hari ini akan saya laporkan ke komandan pimpinan saya. Pada intinya kami siap bantu personel, tapi prosedur tetap dijalankan dengan surat perintah dari pimpinan,” jelasnya.

Dukungan dari sektor industri juga disuarakan oleh perwakilan PT Statomer, H. Sutanto, yang menegaskan pentingnya gotong royong dan kejelasan peran. “Kami siap bantu, tapi jangan dari satu-dua perusahaan saja. Semua perusahaan di wilayah harus bersama-sama untuk menangani masalah ini, begitupun dengan Pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.

Instansi yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Ketua RT Kalibaru, KSB Kecamatan Gerogol, PT. UIC, PT. BMT, PT. Dover Chemical, PT. BTU dan PT. KAI. Keseluruhan rapat ditutup dengan harapan besar agar penanganan banjir dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, dengan sinergi kuat antara Eksekutif, Legislatif, TNI-Polri, Dunia Usaha Industri dan masyarakat.

Komentar Via Facebook :