Kabar Penyemprotan Gas Air Mata terhadap Warga Koperasi DBS Dibantah, Justru Security yang Dikepung

Kabar Penyemprotan Gas Air Mata terhadap Warga Koperasi DBS Dibantah, Justru Security yang Dikepung

CYBER88 | Pelalawan  – Terkait dugaan  penganiayaan  penyemprotan gas air-mata  terhadap  warga  kelompok petani sawit  Koperasi Dayun Bina Sejahtera  (KDBS) Siak  oleh pihak  security  disebut  tidak  benar, dan  malah pihak sekelompok oknum yang  mengepung security dengan mempergunakan senjata tajam. Sehingga  karyawan Rapp yang  melakukan aktivitas dilahan konsesi kerja, menjadi terganggu. 

" Bahwa peristiwa  penganiayaan  dan penyemprotan gas air mata ke  warga,  sebagaimana yang dilaporkan ke Polres Siak, itu tidak benar,"  ungkap Dodi dari pihak RAPP. Senin ( 07/07).

Disebutkan, pihaknya telah berusaha melakukan pendekatan persuasf  kepada  pihak Kelompok, yang diiklaim oleh koperasi Produsen Dayung Bina Sejahtera (KPDBS).

Disebutkan, Ketua Koperasi , oknum RS , menepung security dan alat berat, Mengingat ada tumpang tindih antara konsesi Perusahaan dengan lahan yang diklaim oleh oknum masyarakat di dalam areal perusahaan PT. RAPP.

Sebelum insiden akibat konflik lahan  itu,  kata Dodi, perusahaan  sedang melakukan aktivitas membuat dan memperbaiki sekat  kanal, guna nencegah bila  terjadinya kebakaran lahan konsesi.

Namun pada malam hari,  alat berat exapator  beroperasi, akhirnya. warga  kelompok kembali mendatangi dan mempertanyakan  kegiatan tersebut. Akhirnya terjadi insiden dilokasi. 

Pihak perusahaan  yang menerima laporan dari security, bahwa ketika itu, Ketua Koperasi Produsen Dayun Bina Sejahtera, mengajak anggota koperasi sekitar 50 orang  yang dipersenjatai parang panjang, dodos, gancu dan minyak untuk  membakar alat berat, operator dan security.

Akibat insiden itu  kini kondisi operator terancam dan melarikan diri dari cam barak kampung Dayun, Sisk. Dan besok paginya operator alat berat resign/mengundurkan diri balek kampung.

Sementara Kapolres Siak AKBP Eka Ariady Putra , ketika dikonfirmasi , belum memberikan penjelasan, terkait peristiwa   konflik lahan itu *

 

Komentar Via Facebook :