Lurah Gerem dan Camat Grogol Apresiasi Swadaya Warga Cikuasa Buka Jalan Jalur Lingkar Utara (JLU)

Lurah Gerem dan Camat Grogol Apresiasi Swadaya Warga Cikuasa Buka Jalan Jalur Lingkar Utara (JLU)

Camat Grogol bersama Lurah Gerem Menyerahkan bantuan untuk pembangunan jalan Kepada ketua RT Sanuri.

CYBER88 | CILEGON – Sebuah inisiatif luar biasa ditunjukkan oleh warga lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Dengan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, warga berhasil membuka akses jalan Jalur Lingkar Utara (JLU) sepanjang dua kilometer dan lebar lima meter yang diyakini akan menjadi salah satu jalur strategis di wilayah tersebut.

Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, menyampaikan kebanggaannya terhadap kinerja warganya. Ia menyatakan, “Kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kita mampu bergerak sendiri tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah. Ini adalah bentuk nyata kemandirian dan kekompakan warga.”

Camat Grogol, Jajat Sudrajat, yang datang langsung untuk meninjau lokasi pembangunan jalan, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Kami sangat mengapresiasi langkah warga Cikuasa. Ini patut dijadikan contoh untuk wilayah-wilayah lain di Kecamatan Grogol, bahkan Kota Cilegon secara umum,” ujarnya.

Pembangunan jalan JLU dimulai sejak Desember 2024 dan hingga kini sudah berjalan sekitar delapan bulan. Meski dikerjakan secara bertahap, progresnya menunjukkan hasil signifikan. Saat ini, sudah sekitar 400 meter jalan yang selesai difondasi lengkap dengan saluran drainase dan TPT (Tembok Penahan Tanah).

Pembangunan ini murni dibiayai secara swadaya oleh warga, dengan sistem donasi sukarela tanpa target nominal. “Siapa pun yang ingin membantu, seikhlasnya saja. Tidak ada paksaan, dan luar biasa, hasilnya seringkali melebihi harapan,” ujar Ketua RW setempat Samuri.

Tak hanya itu, beberapa industri di sekitar wilayah juga ikut berkontribusi dengan menyumbang material seperti semen dan pasir, meskipun mayoritas pembiayaan tetap berasal dari warga.

Dampak pembangunan jalan JLU ini sudah mulai dirasakan, terutama dari sisi ekonomi. Harga tanah di sepanjang jalur tersebut melonjak drastis. “Dulu orang masih ragu membeli tanah seharga Rp50.000 per meter, sekarang sudah mencapai lebih dari Rp500.000 per meter,” kata Samuri.

Warga berharap pemerintah kota Cilegon dapat melihat semangat dan potensi yang ada di masyarakat seperti ini, serta memberikan dukungan lebih nyata agar pembangunan berbasis partisipasi masyarakat bisa terus berlanjut dan menjadi gerakan kolektif di daerah lain.

Komentar Via Facebook :