Biaya Rehab Jembatan Gantung Desa Tanjung Mas Lipat Kain Diduga di Mark-Up 

Biaya Rehab Jembatan Gantung Desa Tanjung Mas Lipat Kain Diduga di Mark-Up 

CYBER88 | Kampar Kiri — Biaya rehab Jembatan Gantung Dusun I Desa Tanjung Mas Kecamatan Kampar Kiri - Kabupaten Kampar, Riau, pelaksanaannya disinyalir dilakukan dengan mark-up.

Dugaan itu timbul setelah melihat anggaran yang dibutuhkan dalam melakukan rehab jembatan gantung itu, tertulis dalam papan proyek menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp Rp 197.774.910. 

Padahal, panjang jembatan yang direhab hanya 58 meter dengan lebar 1,5 meter menggunakan 3 lembar papan ditengah diatas potongan papan penyanggah, serta sling besi pengikat gantungan di-sisi kiri dan kanan jembatan. 

Jika melihat Jembatan Gantung yang saat ini sedang dibangun di Dusun I Desa Tanjung Mas, menurut tukang yang sedang mengerjakan proyek itu saat kami temui dilapangan, taksiran biayanya akan  menghabiskan anggaran sekitar Rp80 - Rp90 juta. 

Nilai itu sudah saya naikkan dari taksasi harga yang sebenarnya dibutuhkan merehab jembatan gantung tersebut. 

Kita bisa sama-sama menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk beli papan dan besi sepanjang 58 meter dengan lebar 1,5 meter, tidak mungkin menghabiskan dana sampai Rp 197 juta lebih, kata Harapan Nainggolan Ketua LSM FPHMT menjawab pertanyaan Cyber 88 di Pekanbaru, Selasa, 7 Juli 2025.

Lebih lanjut Harapan menjelaskan, pihaknya sudah pernah melakukan investigasi melihat dari dekat pelaksanaan rehab Jembatan Gantung di Dusun I Desa Tanjung Mas Kecamatan Kampar Kiri tersebut. 

Saat itu, tukang atau pekerja kami tanyakan sekitar berapa anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rehab jembatan gantung di Dusun I Desa Tanjung Mas. 

Kata tukang yang mohon agar namanya tidak di publikasikan itu, jika Pejabat Kepala Desa Tanjung Mas menuliskan anggaran yang dibutuhkan me-rehab jembatan sampai Rp 197 juta lebih, hal itu patut di pertanyakan. 

“Membuat bangunan jembatan gantung yang baru saja tidak habis anggaran sampai sigitu, ini kan hanya rehab, mana mungkin habis sampai sebanyak itu ,” kata tukang tersebut sebagaimana ditirukan Harapan.  

Lebih lanjut tukang itu menjelaskan, material yang dibutuhkan me-rehab jembatan sepanjang 58 meter dengan lebar 1,5 meter, itu dapat dihitung. 

Jumlah lembaran papan yang digunakan untuk potongan landasan sepanjang 58 meter, akan menghabiskan papan 116 lembar, ditambah lintasan ditengah yang dibuat 3 lembar sepanjang 58 meter, menghabiskan sekitar 45 lembar papan. 

Setelah itu baru besi sling sepanjang 58 meter di sisi kiri dan sisi kanan, serta tiang penyangganya. 

Kata Harapan, jika dihitung anggaran biaya ditambah upah tukang, paling  menghabiskan dana di kisaran Rp 75 jutaan. 

 Jadi kalau dikatakan proyek rehab Jembatan Gantung Desa Tanjung Mas akan menelan biaya Rp 197 juta, patut di pertanyakan kemana saja anggaran itu di pergunakan, ujarnya.

Tarmizi S.Pd, MM - Pejabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Mas Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar saat dikonfirmasi Cyber 88 melalui whatsaap terkait dugaan berbagai pihak terjadinya mark-up anggaran rehab Jebatan Gantung di Dusun I Desa Tanjung Mas, jawabannya justru menyatakan pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Kampar dan Camat Kampar Kiri di Lipat Kain.

 Kurang jelas diketahui apa maksud jawaban Tarmizi - Pj Kepala Desa Tanjung Mas, yang ditanya dugaan terjadinya mark-up proyek, namun jawabannya lagi mengatakan bahwa Cyber merupakan orang ke-empat yang mempertanyakan terkait rehab jembatan gantung itu. 

Ditempat terpisah,  H Marjanis SE Camat Kampar Kiri di Lipat Kain saat ditanya dugaan terjadinya mark-up dalam pelaksanaan rehab Jembatan Gantung Mas di Dusun I Desa Tanah Merah, Marjanis berjanji akan menjawabnya nanti.

 

Komentar Via Facebook :