SMPN 8 Cilegon Peringati Hari Anak Nasional dengan Permainan Tradisional dan Edukasi Budaya Lokal

SMPN 8 Cilegon Peringati Hari Anak Nasional dengan Permainan Tradisional dan Edukasi Budaya Lokal

Pandriyani Yosie monitoring kegiatan anak-anak di peringatan Hari Anak Nasional. 23/7/2025.

CYBER88 | Cilegon  – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, SMPN 8 Cilegon menggelar serangkaian kegiatan bertemakan “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Generasi Emas” pada Rabu, 24 Juli 2025. Kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah dan melibatkan seluruh siswa dalam suasana penuh keceriaan. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lidia Wati, mewakili Kepala Sekolah Pandriyani Yosie, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan senam bersama, meliputi tiga jenis senam yaitu Senam Anak Indonesia Sehat, Senam PGRI, dan Senam Maumere.

“Setelah senam, kami lanjutkan dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, congklak, engklek, bola bekel, dan permainan karet. Semua siswa terlibat, makanya kami sebut hari ini sebagai ‘pagi ceria’. Ini bagian dari upaya kami memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai dilupakan,” ujar Lidia.

Ia menyoroti kekhawatiran terhadap ketergantungan anak-anak pada gawai dan budaya asing seperti K-Pop dan Drakor. “Anak-anak sekarang tumbuh tidak sesuai dengan usia mereka. Mereka lupa bermain di dunia nyata. Tugas kami adalah membawa mereka kembali ke permainan tradisional, ke budaya Indonesia yang kaya dan luar biasa,” imbuhnya.

Senada dengan Lidia, guru Bimbingan Konseling Aufik menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi penting mengenai identitas dan jati diri bangsa. “Media sosial memang memudahkan, tapi di balik itu ada dampak negatif. Hari ini kami mencoba mengajak anak-anak kembali ke nilai-nilai budaya lokal, agar mereka tahu bahwa Indonesia punya warisan budaya yang luar biasa.”

Sementara itu, Nadofah selaku Pembina OSIS SMPN 8 Cilegon menambahkan bahwa permainan tradisional yang digelar bertujuan tidak hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga membangun keterampilan motorik, kerja sama, dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

“Kami berharap ini bisa jadi kegiatan rutin, bukan hanya di Hari Anak Nasional, tapi bisa masuk ke program seperti Jumat Sehat atau Jumat Kreasi. Harapan kami, anak-anak tetap melestarikan budaya Indonesia dan bijak dalam menggunakan gadget,” tutupnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian sekolah terhadap tumbuh kembang siswa, dengan harapan membentuk generasi emas yang kuat, berbudaya, dan berkarakter Indonesia.

Komentar Via Facebook :