Terkait Ikan Mati di Sungai, ini Pernyataan Resmi RAPP

Terkait Ikan Mati di Sungai, ini Pernyataan Resmi RAPP

 

CYBER88 | Pelalawan — Warga Desa Sering,  Pelalawan, Riau,  yang tinggal di sepanjang Sungai Kampar kembali dibuat heboh, setelah melihat ratusan ikan mati mengapung di aliran sungai kampar setiap musim hujan. 

Sebelumnya pada pekan lalu, kejadian ikan mati secara tiba-tiba mengapung. Kata warga, “Sudah sering terjadi biasanya saat hujan akan turun atau hari libur”.

Warga menuding banyaknya ikan mati diduga akibat limbah dari perusahaan RAPP.

Informasi dari warga Sering merupakan tempat penjaga mengamankan ikan mati yang hanyut ke Sungai Kampar pada malam hari. Dari hulu Sungai Suok Tigo tersebut adalah awal aliran yang merupakan pengolahan limbah PT RAPP.

Menanggapi tudingan tersebut, Jumat (14/11/2025), Aji Wihardandi selaku Head of Corporate RAPP yang diwakili Budi Girmansyah mengatakan, “Kami perlu menegaskan bahwa tidak terdapat kondisi abnormal atau gangguan pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun saluran pembuangan air olahan perusahaan.”

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa air olahan dari IPAL yang dialirkan melalui kanal menuju Sungai Kampar berada dalam kondisi normal dan memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, ikan-ikan masih terlihat hidup di saluran kanal, di sekitar mulut kanal, serta di keramba masyarakat di area tersebut, yang menandakan kondisi perairan dalam keadaan baik.

 

RAPP juga melakukan pemantauan kualitas air secara real time dan online ke Kementerian Lingkungan Hidup melalui Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus-menerus dan Dalam Jaringan (SPARING). Melalui sistem ini, data kualitas air limbah yang diolah perusahaan dapat dipantau langsung oleh pemerintah untuk memastikan seluruh parameter tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT. RAPP berkomitmen untuk terus menjalankan operasionalnya secara bertanggung jawab serta melakukan pengawasan dan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala guna memastikan kegiatan perusahaan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

Komentar Via Facebook :