Cunda Plaza, Ikon Kota Metropilis Petro Dollar Lhoksemawe - Aceh Masa Lalu

Cunda Plaza, Ikon Kota Metropilis Petro Dollar Lhoksemawe - Aceh Masa Lalu

Cyber88 Aceh - Cunda Plaza merupakan pusat perbelanjaan modern tebesar & terlengkap pertama di Aceh. Langit-langit kemerahan di belahan barat dan timur, suasana di malam hari kota pun tampak hingar bingar deru mesin becak motor jadul Drampt Kraft Wagen (DKW) dan Birmingham Small Arm (BSA) buatan Inggris. Mentari pagi cerah pun menyinari polusi kota, bus-bus milik perusahaan bonafit yang lalu-lalang mengantar siswa sekolah anak para karyawan, Lhokseumawe terlihat sibuk dan cosmopolitan di era tahun 90'an. Pernah berada dalam jajaran kota-kota besar di pulau Sumatera, kehadiran pabrik penyulingan gas PT. Arun memberi angin segar bagi wajah ibukota Aceh Utara waktu. Sebagai wujud dari lalu - lalangnya kendaraan di wilayah itu, becak bermesin DKW buatan inggris tempo dulu jadi andalan transportasi umum warga, motor mesin dua tak eks luar negeri itu di kayuh terlebih dahulu, baru kemudian Ia berjalan sembari menebarkan polusi bak fogging dimana-mana, suaranya yang khas memberi tanda, bahwa anda sudah tiba di kota Lhokseumawe, metropolitan melebihi ibu kotanya Aceh, Banda Aceh dulu. Petro Dollar memang merubah gaya hidup kebanyakan orang pada masa kejayaannya, kesibukan di pagi hari berubah menjadi lampu-lampu kota yang di iringi kemerahan langit di malam hari rona pancaran api buangan gas salah satu bandar berdigdaya di sisian Selat Malaka itu. Cunda Plaza adalah ikon dan sebuah bukti kota ini pernah menjadi metropolitan di masanya, pusat perbelanjaan modern yang bahkan di ibukota Aceh saja belum ada waktu itu. Selain pusat perbelanjaan disana juga tersedia arena bermain, hingga teather sekelas bioskop. Perusahaan - perusahaan raksasa itu mengubah gaya hidup masyarakatnya menjadi urban Gaya dan Uang sepertinya itu yang diajarkan oleh pabrik gas dulu. Sekarang Hilir mudik masyarakat dari berbagai daerah sekitar tertuju ke Gedung lantai empat berwarna merah muda itu, Cunda Plaza pusat perbelanjaan terlengkap pada masanya. Memasuki pintu utama suasana dingin mulai kentara, AC central menjadi pendingin ruangan. Di lantai satu gedung terdapat berbagai restoran berkelas franchise sekelas KFC dan A&W biasa ditonton di televisi ada disini menuju ke lantai dua pun hanya cukup menginjakkan kaki saja, escalator mengantar ke areal selanjutnya. Permainan anak bisa dibilang terkeren pada masanya, kereta semi roeler coster, Robocop hingga Bomcar mobil gila menjadi salah satu daya tarik wahana bermain laiknya mall besar di luaran Aceh waktu itu. Malam Minggu menjadi masa hingar bingar kota, lampu warna warni menghiasi bangunan itu. Beragam jenis kendaraan memadati areal parkir, bangunan ruko di sekitar pun menghidupkan suasana di gemerlap suasana kota. Namun itu Dulu, dua puluh satu tahun yang lalu. Semenjak jatuhnya Orde Baru dan awal mula era reformasi menggema, demonstrasi terjadi dimana-mana. Tak terkecuali di Lhokseumawe, penjarahan massa mulai merambah ke berbagai pertokoan milik warga Tionghoa, Cunda Plaza salah satu tak luput dari aksi tersebut waktu itu. Setelah terjadinya kerusuhan, penjarahan dan pengrusakan, Cunda Plaza tutup total. Hingga saat ini tak ada informasi jelas sebab musabab apa yang membuat pemilik dan pengelola Plaza pertama di Aceh itu memilih mengosongkan gedung berlantai empat itu. Bangunan megah pada masanya, kini bagai bangkai sejarah kejayaan pernah ada di kota ini. Bangunan merah muda dan pertokoan disekitar gedung itu kosong serta terlihat suram di awal memasuki jantung kota. Seakan benar, konflik turut andil padamkan gemerlap lampu metropolis di kota tua itu. (*)

Komentar Via Facebook :