Bandung Bersiap Hadapi Amukan Langit: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai Sabtu Sore
CYBER88 | Bandung, -- Langit Bandung diperkirakan tak lagi ramah pada Sabtu ini (13/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius: hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Kota Bandung dan sebagian besar wilayah Jawa Barat, membawa ancaman banjir, longsor, hingga kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam BMKG, hujan diprediksi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dengan intensitas ringan. Namun warga diminta tidak lengah. Dalam hitungan jam, tepatnya pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, hujan diperkirakan berubah menjadi deras bahkan sangat lebat—waktu krusial yang berpotensi memicu genangan air dan bencana susulan di sejumlah titik rawan.
Suhu udara akan bertahan di kisaran 24–28 derajat Celsius, dengan kelembapan tinggi mencapai 76 persen, menciptakan kondisi pengap dan berat. Sementara itu, angin dari arah timur laut diperkirakan berhembus dengan kecepatan 9–16 km/jam, cukup kuat untuk merobohkan pohon rapuh dan merusak bangunan ringan.
BMKG menjelaskan, hujan intensif ini dipicu oleh pusat tekanan rendah di Samudera Hindia selatan Jawa serta sirkulasi siklon di utara Australia. Kedua fenomena alam tersebut saling berkonvergensi di atas Jawa Barat, memaksa awan-awan hujan tumbuh lebih padat dan agresif. Kondisi ini kerap disertai angin kencang yang berbahaya.
Sejumlah wilayah di Kota Bandung pun masuk dalam zona rawan banjir, di antaranya kawasan Gedebage, Rancanumpang, Cimincrang, serta sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Genangan juga kerap terjadi di wilayah Pasteur–Pajajaran, Pagarsih–Astanaanyar, Andir–Cicendo, Antapani, Arcamanik, hingga Cibaduyut dan Leuwipanjang. Permukiman di bantaran Sungai Cikapundung, seperti Tamansari, juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena berisiko terdampak luapan air dari wilayah hulu.
Menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini, Pemerintah Kota Bandung menyatakan seluruh tim penanggulangan bencana berada dalam kondisi siaga penuh. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi sejumlah langkah pencegahan, di antaranya menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan sangat lebat, terutama di kawasan rawan banjir dan longsor; memastikan saluran air di sekitar rumah bebas dari sampah; tidak berteduh di bawah pohon besar atau bangunan rapuh saat angin kencang; serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan Pemerintah Kota Bandung.
Sebelumnya, Pemkot Bandung telah menggulirkan program “Mapag Hujan” yang meliputi pembersihan drainase dan pelestarian kawasan Bandung Utara sebagai benteng alami pencegah banjir. Namun, dengan intensitas hujan yang diperkirakan tinggi, peran aktif dan kesiapsiagaan warga dinilai tetap menjadi kunci utama.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan saling bekerja sama. Seluruh tim penanggulangan bencana siap bergerak kapan saja jika situasi darurat terjadi,” tegas perwakilan Dinas Penanggulangan Bencana Kota Bandung.
Saat langit murka dan hujan turun tanpa kompromi, kewaspadaan menjadi perlindungan terbaik bagi seluruh warga Bandung.


Komentar Via Facebook :