Dinamika Kepemimpinan AKJII: Mendesak Dialog dan Kongres Bermartabat
CYBER88 | Bandung — Pasca wafatnya Ketua Umum DPP AKJII, almarhum Ir. Nadiyanto, MMfg, organisasi menghadapi fase transisi yang menuntut kebijaksanaan, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap konstitusi organisasi. Sayangnya, dinamika yang muncul justru memunculkan perbedaan pandangan tajam terkait kepemimpinan nasional. Kamis, 18 Desember 2025
Deklarasi Sekretaris Jenderal DPP AKJII, Dwi Atika, sebagai Ketua Umum serta pelantikan Ketua DPD AKJII Jawa Barat memicu beragam respons di internal organisasi. Sejumlah pengurus pusat dan daerah menilai langkah tersebut perlu dikaji kembali karena belum melalui forum tertinggi organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART.
Pentingnya Mekanisme Organisasi
Dalam tradisi organisasi, kekosongan kepemimpinan idealnya diisi melalui mekanisme yang disepakati bersama, seperti mandat Pelaksana Tugas atau Kongres/Musyawarah Luar Biasa. Hal ini penting untuk menjaga legitimasi, soliditas, dan kepercayaan seluruh anggota.
Pelantikan pengurus daerah di tengah proses transisi kepemimpinan nasional dinilai sebagian pihak berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperlebar jarak antar elemen organisasi.
Daerah Tetap Bergerak, Aspirasi Menguat
Di sisi lain, DPD AKJII Jawa Barat tetap menunjukkan komitmen terhadap program profesionalisme jurnalis dan uji kompetensi. Semangat kerja di daerah ini patut diapresiasi, meski tetap diharapkan selaras dengan penyelesaian dinamika di tingkat pusat.
Pertemuan nasional di Ungaran, Jawa Tengah, menjadi cerminan kuatnya aspirasi daerah agar Kongres AKJII segera dilaksanakan sebagai forum sah dan bermartabat untuk menentukan arah kepemimpinan ke depan.
Jalan Tengah: Kongres dan Rekonsiliasi
AKJII memiliki sejarah dan tanggung jawab moral sebagai organisasi jurnalis independen. Oleh karena itu, dialog terbuka, saling menahan diri, dan penghormatan terhadap AD/ART menjadi kunci utama agar perbedaan ini tidak berujung pada perpecahan.
Kongres bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pemulihan kepercayaan dan persatuan organisasi.


Komentar Via Facebook :