Pendidikan Harus Adaptif dan Berakhlak di Segala Zaman. Drg. Rully Kusumawardhany: Orang Tua, Anak, dan Pendidik Sama-Sama Wajib Terus Belajar
Drg Rully Kusumawardhany .MM.
CYBER88 | Cilegon — Kebijakan dan aturan pendidikan pada dasarnya dirancang dalam kondisi normal. Namun dalam praktiknya, tidak semua peserta didik hidup dalam situasi yang sama. Hal ini menuntut pemahaman dan kebijaksanaan semua pihak agar pendidikan tetap berjalan sesuai dengan tujuan utamanya: membentuk generasi yang tangguh, beradab, dan berakhlak.
Hal tersebut disampaikan oleh drg. Rully Kusumawardhany, yang menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab anak, tetapi juga orang tua dan pendidik.
“Kita semua harus terus belajar agar mampu mengikuti perubahan zaman, namun tetap memiliki prinsip yang relevan sepanjang masa dan menjaga integritas dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Menurut drg. Rully, tantangan pendidikan menjadi lebih kompleks ketika dihadapkan pada kondisi khusus, seperti anak yatim atau anak yang diasuh oleh ibu single parent. Dalam situasi tersebut, pendidikan mental dan pembentukan karakter menjadi aspek yang sangat penting.
Ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW sebagai rujukan utama dalam membangun ketangguhan mental.
“Rasulullah telah mengalami seluruh penderitaan umatnya. Beliau menjadi yatim sejak usia dini, berdagang di usia remaja, berjuang dan bertempur di usia muda, bahkan menghadapi ancaman nyawa saat menyebarkan Islam. Dari beliau kita belajar tentang keteguhan, kesabaran, dan keberanian menghadapi ujian hidup,” jelasnya.
Karena itu, drg. Rully mengajak para orang tua agar tidak berkecil hati ketika menghadapi kebijakan atau imbauan sekolah yang tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh semua anak.
“Ini bukan masalah yang harus disesali, tetapi tantangan yang harus dihadapi dengan kuat dan tegar,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah.
“Ibu atau orang tua dapat menjelaskan kondisi anak dan berkoordinasi dengan sekolah untuk mencari solusi terbaik. Prinsipnya, pendidikan hadir untuk menguatkan, bukan memberatkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, drg. Rully kembali menegaskan bahwa esensi pendidikan sejati adalah membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kokoh secara mental, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan.


Komentar Via Facebook :