Arus Balik Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa Mulai Ramai, ASDP Pastikan Layanan Tetap Lancar
CYBER88 | Banyuwangi, — Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dari Bali dan Sumatera menuju Pulau Jawa mulai mengalami peningkatan. Meski volume penumpang dan kendaraan kembali ramai, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan seluruh layanan penyeberangan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Berdasarkan data Kamis (1/1) atau H+7 Nataru, sebanyak 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan tercatat menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara itu, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus balik, khususnya pada akhir pekan. Selain wisatawan, pergerakan angkutan logistik juga mulai meningkat seiring bergulirnya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.
“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama seperti Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni agar arus kendaraan tetap terkendali,” ujar Heru.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 427.910 orang atau turun 4,7 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, jumlah kendaraan justru meningkat 1,8 persen menjadi 121.364 unit. Sebaliknya, pergerakan dari Jawa ke Bali tercatat 413.839 penumpang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan naik 0,9 persen menjadi 110.193 unit.
Untuk lintasan Jawa–Sumatera, total penumpang mencapai 654.493 orang atau naik 2,7 persen, dengan jumlah kendaraan 144.756 unit. Sedangkan arus dari Sumatera ke Jawa mencatat 582.382 penumpang dan 146.110 kendaraan, meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa tingkat pemanfaatan kuota penyeberangan pada lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih relatif rendah, yakni sekitar 21,80 persen. Kondisi ini membuat arus balik berlangsung lebih merata dan tidak menumpuk di waktu tertentu.
ASDP kembali mengingatkan pengguna jasa untuk membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy. Saat ini, seluruh tiket penyeberangan hanya dijual secara online dan sudah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.
“Pengguna jasa wajib memastikan sudah bertiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal yang tertera. Disiplin waktu dan kepatuhan terhadap arahan petugas sangat menentukan kelancaran arus balik,” ujar Windy.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi menjaga keselamatan selama perjalanan. ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas nasional agar arus balik Nataru 2025/2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.


Komentar Via Facebook :