Hujan Deras Picu Banjir di Cibeber, Warga Dievakuasi

Hujan Deras Picu Banjir di Cibeber, Warga Dievakuasi

Kapolsek Cibeber , Kadis BPBD, Camat Cibeber, Babinsa Cibeber saat evakuasi banjir di Sambirata

CYBER88 | CILEGON – Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon kembali memicu banjir di Kecamatan Cibeber. Banjir kali ini dilaporkan lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya yang melanda wilayah yang sama. Minggu 11/1/2026

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD  Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan banjir terjadi akibat luapan sungai, khususnya aliran Sungai Cibeber. Debit air yang tinggi membuat sungai tidak mampu menampung aliran air hujan.

“Banjir ini akibat luapan sungai. Wilayah yang terdampak memang kawasan yang sudah menjadi langganan banjir karena berada di sekitar aliran sungai,” ujar Suhendi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan. Berdasarkan informasi BMKG, intensitas hujan masih berpotensi tinggi selama Januari.

“Kita berharap tidak ada hujan besar lagi, tetapi karena sekarang puncak musim hujan, masyarakat khususnya di daerah rawan banjir harus siaga,” katanya.

Sementara itu, Lurah Cibeber, TB Nasrulloh, menyampaikan banjir merendam sejumlah wilayah, yakni RT 02 hingga RT 06 RW 03. Ketinggian air di beberapa titik mencapai di atas pinggang orang dewasa, terutama di RT 05 RW 03.

“Langkah pertama kami adalah melakukan evakuasi warga. Alhamdulillah seluruh masyarakat sudah berhasil dievakuasi dan dalam kondisi aman, tidak ada korban,” ujar Nasrulloh.

Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan berbagai pihak, antara lain PMI, BPBD, Damkar, Polsek Cibeber, Camat Cibeber, pihak kelurahan, serta perangkat RT dan RW setempat. Sinergi antarinstansi tersebut mempercepat penanganan dan memastikan warga dapat dievakuasi dengan aman.

Warga yang terdampak sementara dievakuasi ke Madrasah Al-Jarutun Akhiyah. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai aman dan mendapat dukungan dari pihak pengelola madrasah.

“Evakuasi sementara dilakukan di madrasah. Pihak madrasah sangat terbuka dan membantu. Jika air belum surut, kami sudah menyiapkan kebutuhan di sana,” tambahnya.

Pemerintah setempat juga akan mengevaluasi penyebab banjir secara menyeluruh dan merencanakan penanganan jangka panjang, seperti perbaikan tanggul, optimalisasi pintu air, serta penertiban penyempitan sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Komentar Via Facebook :