Tanggul Jebol, Warga Griya Praja Mandiri Cilegon Kembali Diterjang Banjir

Tanggul Jebol, Warga Griya Praja Mandiri Cilegon Kembali Diterjang Banjir

CYBER88 | CILEGON — Perumahan Griya Praja Mandiri (GPM) Blok H, Kota Cilegon, kembali dilanda banjir akibat tanggul penahan tanah (TPT) yang jebol. Peristiwa ini menyebabkan air menggerus bahu jalan dan masuk ke lingkungan permukiman warga. Minggu, 11 Januari

Nunung, pemilik rumah makan Dapoer Nunung yang berada di kawasan tersebut, mengeluhkan kondisi yang terus berulang setiap hujan deras. Ia berharap ada tindakan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Harus ada tindakan supaya tidak begini lagi. Biar semua bisa baik-baik saja. Dampaknya ini dirasakan banyak orang, bukan cuma satu titik saja,” ujar Nunung.

Ia juga mengungkapkan dampak banjir terhadap usahanya. Setiap kali air naik, aktivitas di rumah makannya terhenti karena akses jalan tergenang dan peralatan harus diselamatkan.
“Kalau sudah banjir, kami tidak bisa berjualan. Barang-barang harus diangkat, bersih-bersih lagi, rugi waktu dan biaya. Padahal ini mata pencaharian kami sehari-hari,” keluhnya. Nunung berharap pemerintah segera memberi solusi permanen agar warga, khususnya pelaku usaha kecil, tidak terus dirugikan oleh banjir yang berulang.

Ketua RT 03/12, Ahmad Achrom, menjelaskan bahwa banjir telah terjadi sejak 2 Januari dan hingga kini masih menggenangi lingkungan warga. Menurutnya, penyebab utama banjir adalah tingginya debit air dari wilayah atas serta kondisi sungai yang tidak mampu menampung volume air saat hujan deras.

“Kalau kali sudah banjir, warga kami pasti terdampak. Air dari lingkungan seharusnya keluar, tapi tidak bisa karena debit air di kali lebih tinggi dari wilayah perumahan. Akhirnya air berbalik masuk ke lingkungan warga,” jelas Ahmad.

Ia menambahkan, di dalam kawasan Griya Praja Mandiri aliran air sebenarnya sudah cukup lancar dan TPT telah diperlebar. Namun, saat air mengalir ke wilayah sekitar, saluran menyempit sehingga terjadi hambatan.
“Begitu masuk ke wilayah luar Praja, aliran terhambat karena kali menyempit. Ini yang jadi masalah utama dan perlu solusi menyeluruh,” katanya.

Ahmad menyebutkan bahwa Wali Kota Cilegon telah meninjau lokasi pada 2 Januari lalu. Saat itu ditemukan TPT yang baru dibangun mengalami longsor karena tidak mampu menahan derasnya aliran air. Kini, kerusakan justru bertambah.

“Hari ini ada TPT yang jebol lagi. Titik kerusakan sudah menjadi tiga lokasi. Yang kemarin belum selesai diperbaiki, sekarang sudah bertambah lagi,” ungkapnya.

Warga Griya Praja Mandiri berharap adanya perhatian khusus dan langkah nyata dari pemerintah daerah agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan, terutama dengan penanganan menyeluruh pada aliran sungai yang menyempit dan menjadi titik utama penyebab luapan air.

Komentar Via Facebook :