Forum Diskominfo 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Distribusi Informasi untuk Wujudkan Smart City Tanpa Sekat
CYBER88 || KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan digital yang inklusif dan terintegrasi melalui Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Command Center Pemkot Cimahi, Rabu (11/2/2026), menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan smart city serta penguatan distribusi informasi publik.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan bahwa pembangunan Kota Cimahi ke depan tidak bisa dilepaskan dari prinsip keterbukaan informasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, visi besar “Cimahi Mantap” harus diwujudkan melalui sistem komunikasi publik yang menyatu, transparan, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Cimahi Mantap itu harus tanpa sekat. Infrastruktur digital kita sudah sangat baik, bank data juga sudah kuat. Sekarang pekerjaan rumah besarnya adalah bagaimana mendistribusikan informasi kepada masyarakat tanpa batas,” ujar Adhitia.
Ia mengapresiasi capaian Diskominfo dalam membangun fondasi infrastruktur digital. Salah satu langkah signifikan adalah integrasi 144 aplikasi layanan pemerintahan ke dalam sistem single sign-on melalui aplikasi Lapakami dan Poladkami, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik secara lebih mudah dan efisien.
Selain itu, kanal komunikasi publik seperti layanan darurat 112 dan WA Mantap dinilai mampu mempercepat respons pemerintah terhadap aduan serta kebutuhan warga. Keberadaan kanal tersebut juga membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan pemerintah.
Meski demikian, Adhitia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan berdampak maksimal tanpa sistem distribusi informasi yang efektif, masif, dan berkelanjutan. Ia menilai, setiap program dan kebijakan pemerintah harus tersampaikan secara utuh dan benar kepada masyarakat.
“Apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota dan pemerintah kota harus sampai ke masyarakat, sambil kita memerangi musuh bersama di era digital, yaitu hoaks,” tegasnya.
Menurutnya, penyebaran hoaks menjadi tantangan serius yang hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi erat antara pemerintah, media, pemangku kepentingan, dan elemen masyarakat. Informasi yang positif, berbasis data, dan faktual menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Adhitia menyoroti potensi Kota Cimahi sebagai laboratorium smart city nasional. Dengan luas wilayah sekitar 42 kilometer persegi yang terbagi dalam tiga kecamatan dan 15 kelurahan, Cimahi dinilai memiliki karakteristik ideal untuk pengembangan kota pintar berbasis data terintegrasi.
Ia pun mendorong optimalisasi peran Command Center sebagai pusat koordinasi lintas sektor, pusat komunikasi publik, sekaligus ruang pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan lima isu strategis periode 2025–2029 sebagai arah kebijakan dan program kerja. Kelima fokus tersebut meliputi:
- Optimalisasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
- Penguatan keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas dan akurasi informasi
- Penguatan keamanan persandian untuk melindungi data pemerintah
- Penguatan layanan statistik sektoral sesuai prinsip Satu Data Indonesia
- Peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan partisipatif
“Kelima isu strategis ini menjadi pijakan dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data dan teknologi,” ujar Ahmad.
Sekretaris Diskominfo Kota Cimahi, Cepi Rustiawan, menambahkan bahwa Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 menjadi wadah sinkronisasi dan kolaborasi dalam merumuskan program dan kegiatan Diskominfo secara partisipatif. Forum ini juga menjadi fondasi awal dalam penyusunan rencana kerja tahun 2027.
“Melalui forum ini, kami menghimpun masukan, saran, dan pertimbangan dari seluruh stakeholder agar perencanaan program lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Cepi.
Melalui penguatan infrastruktur digital, distribusi informasi publik yang merata, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Cimahi menegaskan langkahnya menuju kota cerdas yang terbuka, terhubung, dan tumbuh bersama warganya di era digital.(Dip)


Komentar Via Facebook :