BUMDes Bojong Mekar Diduga tidak Transparan, Perencanaan dan Pelaksanaan di Lapangan Jauh Berbeda

BUMDes Bojong Mekar Diduga tidak Transparan, Perencanaan dan Pelaksanaan di Lapangan Jauh Berbeda

CYBER88 | Bandung Barat - Fungsi utama BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) adalah meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi desa, aset, serta jasa pelayanan, BUMDes berfungsi sebagai lembaga ekonomi komersial (mencari laba) sekaligus lembaga sosial yang menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes)

Diketahui dari 20% anggaran Dana Desa Bojong Mekar sebesar kurang lebih Rp. 270juta digelontorkan kepada BUMDes dan telah ditentukan anggaran tersebut untuk tematik Desa pisang dan pertanian tumpang sari dengan penanaman jagung.

Untuk lahan menggunakan tanah kas desa di junghil Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat  sebagai langkah awal dilakukan pembelanjaan kultivator mesin rumput dan panel surya dikarenakan belum ada listrik ke wilayah tersebut. 

Namun yang menjadi pertanyaan di masyarakat secara adrimistratif aset tersebut tidak dicatatkan sebagai belanja barang dan jasa dan pajaknya belum dibayarkan. 

Diketahui pula pembayaran sewa tanah Kas Desa dibayarkan secara cash dimana seharusnya dibayar melalui transfer ke rekening Desa yang dialokasikan ke PADesa (Pendapatan Asli Desa) untuk pembangunan, sosial, dan penguatan modal, diduga ini merupakan pelanggaran. 

Untuk pembelian bibit pisang pun seharusnya dari CV dengan MOU sehingga pada saat panen nanti untuk pemasaran tidak ada kendala, tapi kenyataan dilapangan dibeli dari masyarakat, diduga ini diluar perencanaan yang tadinya untuk budidaya pisang jenis cavendis akhirnya jadi budidaya pohon pisang pada umumnya yang biasa ditanam oleh para petani.

Ketua Bumdes Bojongmekar menyampaikan kepada cyber.co.id bahwa saat ini pengelolaan Bumdes berjalan dengan baik dan kami sudah panen raya jagung hibrida pada bulan Januari kemarin. 

Terkait sewa tahah Kas Desa memang kami bayarkan dengan tunai namun untuk dana bagi hasil panen jagung kemarin dilakukan secara transfer ke rekening Desa, terangnya. 

Pembelian kultivator, mesin potong rumput dan panel surya yang menghabiskan anggaran lumayan besar tentunya kami masukan dalam aset Bumdes, imbuhnya. 

Untuk penanaman pohon pisang memang perencanaan sebelumnya jenis cavendis namun mengingat untuk pemberdayaan para petani kami akhirnya membeli bibit pisang dari petani dengan tujuan ikut mensejahterakan para petani di Bojongmekar, jelasnya.

Dari lahan seluas 5 hektare ditanami sekitar 3000 pohon pisang dan dapat dibayangkan ketika panen nanti akan dipasarkan kemana kalau tidak ada MOU dengan pihak ke tiga. 

Kalau sesuai rencana awal ditanami pisang jenis cavendis yang mempunyai keunggulan dari jenis lain tentunya untuk pemasaran akan lebih mudah dan banyak pihak ke tiga yang bisa diajak kerjasama. (yus').

Komentar Via Facebook :