Deklarasi Anti Diskriminasi dan Edukasi HIV/AIDS di SMPN 1 Parongpong, Ini Pesan Wakil Bupati KBB

Deklarasi Anti Diskriminasi dan Edukasi HIV/AIDS di SMPN 1 Parongpong, Ini Pesan Wakil Bupati KBB

CYBER88 | Bandung Barat - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Bandung Barat gelar sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebagai langkah preventif mengahadapi tantangan era digital yang semakin komplek. 

Kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Parongpong Kabupaten Bandung Barat, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, mahasiswa tinggi ilmu komunikasi (STIKOM) dan ratusan pelajar SMPN 1 Parongpong, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai bahaya HIV/AIDS sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat dan positif dari usia dini, rabu(04/01). 

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyampaikan beberapa pesan untuk peserta kegiatan yang mengusung tema "Remaja Cerdas Peduli Kesehatan".

" Hari ini bapak hadir bukan sekedar untuk membuka acara tapi untuk menitipkan masa depan Bandung Barat kepada kalian semua" ujar Asep Ismail. 

Remaja cerdas itu bukan hanya yang nilainya seratus dikelas, tetapi yang tahu menjaga diri dan masa depannya, rasa ingin tahu harus diarahkan ke hal yang positif, bukan pada pergaulan bebas dan narkoba yang dapat merusak masa depan serta menjadi pintu masuk penularan HIV/AIDS, tegasnya. 

Asep Ismail memaparkan data Dinas Kesehatan yang menunjukkan bahwa sejak 2011 hingga 2025 jumlah kasus HIV/AIDS yang terdeteksi telah mencapai 1.159 kasus, pada tahun 2025 saja dari 33.012 orang yang menjalani tes ditemukan 159 orang positif HIV. 

Yang paling memprihatinkan 25% berasal dari kelompok usia 20-24 tahun dan ini adalah usia kakak-kakak kalian yang baru lulus SMA atau sedang kuliah, terangnya. 

Ia menambahkan, jika seseorang terdeteksi positif HIV pada usia 20 tahun, sangat mungkin perilaku berisiko telah dimulai sejak usia remaja. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.

“Saya tidak ingin kalian menjadi angka statistik di masa depan. Memang kelompok usia produktif 25–49 tahun masih mendominasi sebesar 59 persen, tetapi tren di usia muda harus kita potong sekarang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Ismail juga mengingatkan bahwa kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, di mana jumlah yang terlihat di permukaan bisa jauh lebih kecil dari kondisi sebenarnya.

“Kehadiran Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bandung Barat hari ini adalah bentuk kasih sayang pemerintah kepada kalian. Ikuti talk show kesehatan dan HIV/AIDS dengan sungguh-sungguh. Jangan malu bertanya, lebih baik bertanya sekarang daripada tersasar kemudian,” pesannya.

Selain edukasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan serta pembagian makanan bergizi gratis sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat.

Puncak acara ditandai dengan Deklarasi Anti Diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Asep Ismail menegaskan pentingnya menghapus stigma negatif di lingkungan pelajar.

“Ingatlah, musuh kita adalah virusnya, bukan orangnya. Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orang dengan HIV/AIDS. Sebagai pelajar Bandung Barat yang berakhlak, kita harus menghilangkan stigma, namun tetap waspada dan membentengi diri dengan iman, ilmu, dan pengetahuan,” ujarnya.

Secara resmi, Asep Ismail didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB membuka kegiatan Edukasi HIV/AIDS dan Deklarasi Anti Diskriminasi di SMP Negeri 1 Parongpong. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ladang amal dan melahirkan generasi muda Bandung Barat yang sehat, cerdas, dan berkarakter.(yus')

Komentar Via Facebook :