Klenteng Pertama di Klaten Diresmikan, Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi

Klenteng Pertama di Klaten Diresmikan, Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi

CYBER88 | KLATEN – Kabupaten Klaten kini memiliki klenteng pertama dan satu-satunya sebagai rumah ibadah umat Konghucu. Klenteng yang berdiri di kawasan Komplek Ghra Bung Karno, pusat edukasi kerukunan umat beragama, resmi diresmikan oleh Bupati Klaten, , pada Minggu (21/6/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Ketua Umum  Budi S. Tanusudibyo, Ketua MATAKIN Jawa Tengah Andi Ciok, Ketua MATAKIN Kabupaten Klaten Purwaningsih, unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, pengurus FKUB, para donatur, serta umat Konghucu dari Klaten dan daerah sekitar.

Ketua Umum MATAKIN, Budi S. Tanusudibyo, menyampaikan apresiasi atas berdirinya rumah ibadah tersebut. Menurutnya, kehadiran klenteng menjadi bukti nyata bahwa negara memberikan ruang yang setara bagi seluruh pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, keberadaan klenteng semakin melengkapi mozaik keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Klaten. Ia menegaskan bahwa seluruh rumah ibadah dan pemeluk agama memiliki kedudukan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Klaten adalah rumah bersama. Kehadiran klenteng ini menjadi simbol bahwa keberagaman bukan sekadar diterima, tetapi dirawat dan dijaga bersama demi terciptanya kehidupan yang harmonis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, , yang mewakili Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, menilai pembangunan klenteng merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan umat Konghucu dalam menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Ketua , KH Syamsuddin Asyrofi, berharap klenteng tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan penguatan persaudaraan lintas iman.

“Kerukunan bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi tentang saling memahami, menghormati, dan membangun kebersamaan. Kehadiran klenteng ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat budaya toleransi yang telah tumbuh di Klaten,” katanya.

Peresmian klenteng tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Klaten sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam menjaga harmoni sosial. Di tengah keberagaman yang ada, Klaten kembali menunjukkan dirinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama demi terwujudnya kehidupan yang damai dan berkelanjutan.

Komentar Via Facebook :