DPD LDII Klaten Ikuti Bedah Buku Pendidikan LDII, Dorong Pemahaman dan Sinergi Antarormas
CYBER88 | KLATEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Klaten mengikuti kegiatan bedah buku bertajuk "Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke" secara daring dari Kantor DPD LDII Klaten, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus DPD LDII Klaten bersama sejumlah tamu undangan, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Klaten, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama, Kementerian Haji, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, serta unsur masyarakat lainnya.
Bedah buku digelar secara terpusat di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan dihadiri Wakil Menteri Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E. Buku tersebut merupakan karya cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali MD, yang mengulas sistem pendidikan LDII berdasarkan hasil penelitian akademis.
Dalam pemaparannya, Ahmad Ali MD menjelaskan bahwa sistem pendidikan LDII memiliki pola yang terstruktur, sistematis, dan diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Menurutnya, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di lingkungan LDII dibangun dengan konsep yang jelas dan berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang profesional serta religius.
Ia juga menekankan pentingnya budaya belajar sebagai sarana membangun pemahaman dan menghindari prasangka.
"Dengan belajar, kita akan mengetahui, dan dengan mengetahui kita bisa menghindarkan kesalahpahaman dan permusuhan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris FKUB Kabupaten Klaten, Haji Mochammad Isnaeni, yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting di Kantor DPD LDII Klaten, menilai buku tersebut memiliki landasan akademik yang kuat karena disusun melalui kajian lapangan dan berbagai referensi ilmiah.
"Buku ini cukup memadai dan layak menjadi rujukan untuk memahami sistem pendidikan maupun kaderisasi di LDII," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah memberikan penilaian terhadap suatu organisasi hanya berdasarkan perilaku segelintir anggotanya. Menurutnya, stigma negatif dapat terjadi pada organisasi mana pun, baik Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, maupun LDII.
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., turut mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Ia menilai hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dari luar organisasi memberikan sudut pandang yang objektif dan proporsional.
"Melalui buku ini, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai LDII berdasarkan hasil penelitian, bukan sekadar informasi yang berkembang dari mulut ke mulut," katanya.


Komentar Via Facebook :