MCI Hadir di Cilegon, BAZNAS dan MUI Bersinergi Rangkul Saudara Seiman

MCI Hadir di Cilegon, BAZNAS dan MUI Bersinergi Rangkul Saudara Seiman

CYBER88 | CILEGON — Kehadiran Mualaf Center Indonesia (MCI) di Kota Cilegon menjadi langkah penting dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan pendampingan bagi para mualaf. Melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon, para mualaf diharapkan memperoleh dukungan untuk memperdalam ajaran Islam, menghadapi tantangan kehidupan, serta membangun kemandirian.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Temu Mualaf sekaligus pembukaan Mualaf Center Indonesia Kota Cilegon pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, Ketua MCI H. Ari Purnomo, perwakilan MUI Kota Cilegon, para pembina, serta para mualaf.

Ketua MCI, H. Ari Purnomo, menyampaikan bahwa keberadaan MCI di Cilegon diharapkan menjadi rumah bersama bagi para mualaf untuk mendapatkan bimbingan, pendampingan, dan ruang konsultasi. Menurutnya, perjalanan seseorang setelah memeluk Islam tidak selalu mudah karena ada yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, bahkan menghadapi tantangan dalam hubungan keluarga.

Karena itu, MCI berkomitmen merangkul para mualaf agar tidak merasa sendirian dalam menjalani perjalanan keagamaannya. Melalui pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, mereka diharapkan semakin kuat dalam keimanan serta mampu menghadapi berbagai persoalan dengan baik.

Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, menegaskan pentingnya kepedulian bersama dalam membina dan mendampingi para mualaf. Ia menyampaikan bahwa keberadaan MCI menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan umat, bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan sosial mereka.

Fajri juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, dana yang dikelola BAZNAS diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerima, termasuk para mualaf sesuai ketentuan syariat. Kerja sama dengan MCI diharapkan memperkuat upaya pembinaan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon, Drs. Sutisna Abas, yang mewakili Ketua MUI, menekankan bahwa menjadi mualaf bukan sekadar perubahan identitas agama, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan keteguhan hati, kesabaran, dan bimbingan.

Ia mengingatkan bahwa sebagian mualaf menghadapi tantangan setelah memeluk Islam, mulai dari pertanyaan keluarga hingga perubahan hubungan dengan lingkungan terdekat. Karena itu, dukungan ulama, pembina, dan masyarakat diperlukan agar para mualaf dapat belajar serta menjalani kehidupan beragama dengan tenang.

Dalam sesi pembinaan, H. Ahmad Syarif Hidayatullah mengajak para mualaf untuk tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan perselisihan. Sebaliknya, para mualaf diharapkan mampu menunjukkan nilai-nilai Islam melalui akhlak yang baik, sikap santun, dan perilaku yang membawa manfaat bagi lingkungan.

Ahmad Syarif juga menekankan pentingnya mempelajari Islam secara bertahap, termasuk memahami bacaan Al-Qur'an, pelafalan huruf Arab, serta tata cara beribadah. Proses belajar, menurutnya, membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan bimbingan yang tepat agar para mualaf semakin memahami ajaran Islam.

Melalui sinergi MCI, BAZNAS, dan MUI Kota Cilegon, diharapkan terbentuk sistem pembinaan yang berkelanjutan, mencakup aspek keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Kehadiran MCI bukan sekadar menjadi wadah berkumpul, melainkan juga bentuk kepedulian untuk merangkul saudara seiman agar merasa diterima, memperoleh pendampingan, dan mampu membangun kehidupan yang lebih baik sebagai bagian dari keluarga besar umat Islam.
 

Komentar Via Facebook :