Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin Buka Program Pengembangan Al-Qur’an
CYBER88 | CILEGON — Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin menggelar kegiatan Silaturrahmi dan Pembukaan Program Pengembangan Al-Qur’an di Aula Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin, Ahad (23/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus yayasan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, wali santri, serta para santri. Acara dibuka oleh Ketua MUI Kecamatan Grogol, Drs. Khatif Ali Hasan
Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin, Drs. KH. M. Husni Fatoni, mengatakan program tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk memperkuat pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia berharap keberadaan yayasan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar Al-Qur’an, termasuk bagi mereka yang selama ini masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Kami ingin Al-Qur’an dijaga dan diajarkan kepada anak-anak kita, sehingga lahir generasi Qur’ani dan kampung ini dapat menjadi lebih baik dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Program yang dibuka yayasan meliputi tahsin dan tajwid, mujawwad, tilawah, tahfidz satu juz, serta kaligrafi. Ke depan, program tersebut juga akan dikembangkan dengan berbagai kegiatan pembelajaran Al-Qur’an lainnya.
Menurut KH. M. Husni Fatoni, program tersebut terbuka bagi masyarakat dan tidak dipungut biaya. Kegiatan pembelajaran dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.
Ia menegaskan, tujuan utama pendirian yayasan bukan sekadar membangun lembaga secara fisik, tetapi memberikan manfaat ilmu kepada masyarakat.
“Orang kaya bukan hanya yang banyak harta, tetapi orang yang memiliki ilmu dan mau mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain,” katanya.
Sementara itu, tokoh Pendidikan Agama Islam, H. Munirrudin, memberikan motivasi kepada peserta agar bersungguh-sungguh dalam mempelajari Al-Qur’an dengan bimbingan guru yang kompeten.
Ia juga mengapresiasi berdirinya Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin. Menurutnya, kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bangunan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan tenaga pendidiknya.
“Membangun lembaga, yang utama bukan hanya bangunannya, tetapi sumber daya manusia dan gurunya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan wali santri, Rachmattuloh AS. Ia mengaku bersyukur dan bangga dengan hadirnya lembaga yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar Al-Qur’an secara gratis.
Ia mengatakan, pembelajaran tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi orang tua dan masyarakat untuk kembali memperdalam ilmu Al-Qur’an.
“Kami sekeluarga tentunya akan ikut serta menimba ilmu, mumpung masih ada guru dan tokoh yang mau berbagi ilmu serta memberikan manfaat kepada umat,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah KH. M. Husni Fatoni bersama keluarga yang mendirikan yayasan dengan semangat memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa membebani peserta didik.
Mengusung semangat “Membumikan Al-Qur’an, Mendidik dengan Hati, dan Menuntun dengan Doa”, Yayasan Tarbiyatul Qur’an Ash-Sholihin berharap program tersebut dapat menjadi wadah pembinaan yang melahirkan generasi Qur’ani, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Program ini terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar dan memperdalam kemampuan membaca serta memahami Al-Qur’an.


Komentar Via Facebook :