Lapas Kelas IIA Purwokerto Menggelar Wisuda Al Quran Bagi Warga Binaanya
CYBER88 | PURWOKERTO,– Sebanyak 43 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto mengikuti Wisuda Hafalan Alquran dan Khotmil Quran di Masjid At-Taubah Lapas setempat, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 ini menjadi penanda perjalanan spiritual dan ikhtiar warga binaan untuk memperbaiki diri di balik jeruji besi.
Prosesi khidmat tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfidz Quran Al Munawar. Suasana haru langsung menyelimuti masjid tatkala ayat-ayat suci Alquran dilantunkan, disusul pembacaan nadhom, ikrar santri, serta selawat yang menggema dari dalam lapas.
Anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, turut hadir menyerahkan songkok dan sertifikat secara simbolis kepada para wisudawan.
Pengasuh Ponpes Tahfidz Quran Al Munawar, Faidus Saad, menjelaskan bahwa puluhan santri warga binaan tersebut memiliki capaian pembelajaran yang beragam. Mulai dari hafalan surat-surat pendek, kelipatan hafalan hingga lima juz, hingga kategori penguasaan bacaan salat seperti Surah Al-Fatihah dan tahiyat.
Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, wisuda tahfiz ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang paling dinantikan. Ia berharap pembinaan keagamaan ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
Winarso menambahkan, kehidupan di Lapas Purwokerto juga menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo memberikan apresiasi tinggi terhadap pembinaan pesantren di lingkungan lapas. Ia menegaskan, lapas harus menjadi ruang pengayoman yang manusiawi, bukan tempat terjadinya kekerasan atau tindakan sewenang-wenang.
"Di lapas tidak boleh ada kekerasan, penganiayaan ataupun pemerasan. Asasnya adalah pengayoman," kata Yanuar.
Dalam kesempatan yang sama, Yanuar juga menyoroti pentingnya pemberantasan narkoba, mengingat sekitar 60 persen warga binaan di lapas tersebut tersangkut kasus narkotika. Ia meminta pengawasan diperketat dan memastikan tidak ada petugas yang bermain-main.
"Kalau ada yang bermain, laporkan kepada kasi, laporkan kepada kalapas. Kalau kalapas ikut bermain, laporkan kepada saya. Kalau terbukti terlibat, harus dipecat, tidak ada penurunan pangkat," kata dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) Jawa Tengah, Djoko Susanto, S.H., turut mengapresiasi suksesnya program pembinaan keagamaan di Lapas Purwokerto ini. Ia menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa pemasyarakatan saat ini berorientasi pada pemulihan diri dan pembangunan sumber daya manusia.
"Kegiatan ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pembangunan SDM yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki landasan moral yang kuat," ujar Djoko.
Ia berharap para santri warga binaan dapat terus mengamalkan nilai-nilai Alquran setelah kembali ke tengah masyarakat kelak. Dengan begitu, lapas benar-benar berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan perubahan positif bagi siapa saja yang ingin memperbaiki masa lalu. [mardianto]


Komentar Via Facebook :