Pemkot Bogor Akan Fasilitasi Warga Yang Terdampak Dauble Treck
CYBER88 JABAR, BOGOR-Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, pihaknya akan mengupayakan untuk memfasilitasi warga terdampak proyek kereta double track Sukabumi-Bogor.
"Kami Pemkot Bogor atas perintah wali kota mencoba berperan membantu memfasilitasi agar yang terdampak ini bisa bertahan, ada hak hidup lah termasuk rumah khususnya. Langkah dari pemkot kita ingin menjamin mereka tetap bisa tinggal (secara layak)," ujar Ade, Senin (24/2/2020).
Ade mengatakan, ada 3 klasifikasi warga terdampak pertama yakni mereka yang membangun rumah secara mandiri, diharapkan dapat difasilitasi dengan Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS).
Kedua, mereka yang mendapatkan "kerahiman" kemudian memilih untuk mengontrak rumah. Ketiga, mereka yang mendapatkan kerahiman dan ingin membangun rumah di suatu lokasi yang sama.
Ade mengatakan, untuk klasifikasi ketiga, pihaknya akan membantu memfasilitasi agar mereka mendapatkan rumah layak huni dengan cara intervensi program RTLH.
"Kemungkinan ke depan setelah mereka bangun rumah supaya layak akan di intervensi dengan RTLH. Mudah-mudahan tahun sekarang, yang pasti setelah verifikasi oleh camat dan lurah menetapkan siapa saja kemudian diusulkan ke walikota untuk mendapat RTLH dan dinas terkait jika memenuhi persyaratan untuk bisa layak huni," katanya.
Pihaknya juga mengupayakan agar fasilitas umum yang didapat warga di lokasi pembangunan rumah juga layak pakai.
"Rumah itu, kan butuh listrik, PDAM, dan sebagainya. Kita ingin nanti, andai telah bangun rumah kemudian (fasilitas umum) tidak layak maka diverifikasi camat lurah di usulkan (dibantu). Itu tidak langsung, karena ini diverifikasi dulu," katanya(Tatang/Syam)


Komentar Via Facebook :