Pemkab Ciamis Bersama Relawan Fokuskan di Wilayah Perbatasan Dalam Memutus covid 19

Pemkab Ciamis Bersama Relawan Fokuskan di Wilayah Perbatasan Dalam Memutus covid 19

CYBER88.CO.ID | Ciamis - Dalam upaya memutus penyebaran Corona Virus Disease (Covid) 19, Pemerintaah kabupaten Ciamis memperketat pengawasan terhadap mobilisasi orang yang masuk dan keluar dari Kabupaten Ciamis.

Empat perbatasan yang menjadi pintu keluar masuk ke Kabupaten ciamis yaitu, perbatasan Ciamis-banjar, Ciiami-Pangandaran, Ciamis-Tasikmalaya dan Ciamis-Majalengka, dilakukan penjagaan ketat oleh Pemkab Ciamis dengan Dinas Kesehatannya yang bekerjasama dengan, TNI, Polri, LSM, Ormas, OKP, karang taruna dan beberapa unsur masyarakat lainnya yang peduli dengan bencana akibat wabah virus corona yang sudah dinyatakan sebagai pandemi global dan kondisinya di indonesia diperkirakam sudaj memasuki masa inkubasi, Sabtu (04/04/2020).

Di depan puskesmas Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dimana wilayah tersebut merupakam perbatasan antara kabupaten Ciamis dan kabupaten Pangandaran., seluruh relawan dari berbagai unsur bersama team medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dan Puskesmas Ciulu memeriksa setiap pendatang yang hendak masuk atau keluar wilayah Ciamis dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo scan infrared serta penyemprotan disinfektan terhadap seluruh kendaraan yang melintas, 

Ketua LSM GMBI distrik kabupaten ciamis, Roby tamzil, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menerangkan, bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 masuk ke wilayah Ciamis sekaligus memutua rantai penyebaran virus Corona. Ungkapnya.

Hendaknya seluruh unsur masyrakat mengikuti arahan dari pemerintah untuk tidak melakukan bepergian bersama keluarganya ketika memang tidak ada urusan yng sangat urgen, disisi lain kami keluarga Besar LSM GMBI mengajak kepada seluruh warga masyrakat Kabupaten Ciamis khususnya, untuk menjaga kebersihan dilingkungan masing masing,vmenjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat, makan teratur, jangan terlalu panik, usahakan berjemur diterik mata hari dipagi hari dan tingkatkan keimanan kita kepada yng maha kuasa agar wabah ini dapat secepatnya teratasi ujarnya.

Memang banyak musibah-musibah dikabupaten Ciiamis sebelumnya seperti longsor, banjir bandang dll, namun dampaknya tidak separah akibat covid 19, yang terus berkelanjutan.

Musibah ini  membutuhkan keseriusan dalam penanganannya dan perlu kesadaran bersama sama agar wabah ini cepat bisa terartasi, tutup Roby.

Ujang, salah satu pedagang kaki lima  mengatakan, sejak adanya musibah corona, saya yang biasanya berjualan biasa mendapatkan sehari rata rata 500-700 ribu sekarang paling dapat RP 150-200 ribu, keluhnya.

Hal tersebut adalah sebuah dampak negatif bagi perekonomian masyarakat kecil, karena wabah ini cukup menurunkan tingkat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seiring menurunnya tingkat konsumsi maka akan mengakibatkan ketimpangan pada beberapa indikator dalam laju perekonomian.

Selain itu, Pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar melakukan Social Distancing dan sebaiknya untuk mengisolasi diri di rumah. Hal ini juga dapat mengurangi laju jual beli di masyarakat akan mengurang sehingga akan juga mengancam roda perekonomian masyarakat. Dan hal itu akan sangat berdampak kepada masyarakat kecil.

Komentar Via Facebook :